Menangkal Hantu Resesi Ekonomi

Jum'at, 17 Juli 2020 - 07:19 WIB
loading...
Menangkal Hantu Resesi...
Apa yang dikhawatirkan pemerintah kini telah menjadi kenyataan di negeri tetangga yang tidak tertutup kemungkinan menular ke Indonesia yang juga diambang resesi ekonomi. Ilustrasi
A A A
RESESI ekonomi telah melanda Singapura. Ekonomi negeri jiran itu mengalami kontraksi hingga 41,2% pada kuartal kedua tahun ini. Perekonomian Singapura yang ditopang aktivitas ekspor luluh lantak akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Selama ini ekonomi Singapura yang sangat tergantung pada perdagangan internasional terkunci karena Covid-19 juga melanda banyak negara sehingga berdampak terhadap aktivitas perdagangan global. Di sisi lain, permintaan di dalam negeri (domestic demand) tidak mampu menyubstitusi aktivitas perdagangan internasional yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi (engine of growth). Kini, ekonomi Negeri Singa telah tergelincir masuk jurang resesi. Lalu, apa dampaknya terhadap perekonomian Indonesia mengingat Singapura salah satu mitra dagang utama Indonesia? Bagaimana menyikapinya?

Singapura sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia menduduki urutan kelima. Data terbaru yang dipublikasi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor Indonesia ke Singapura masih alami peningkatan sebesar USD137,7 juta pada Juni lalu. Adapun komoditas yang meningkat sepanjang bulan lalu adalah logam mulia, perhiasan, dan permata. Menyusul mesin, perlengkapan listrik hingga alat mekanis, dan tembakau. Meski demikian, neraca perdagangan Indonesia dan Singapura sudah mulai goyang sejak Mei lalu, menyusul melemahnya ekspor sejumlah komoditas yang selama ini menjadi andalan Indonesia.

Resesi ekonomi yang melanda Singapura telah membuat ketar-ketir pemerintah. Apa yang dikhawatirkan pemerintah kini telah menjadi kenyataan di negeri tetangga yang tidak tertutup kemungkinan menular ke Indonesia yang juga diambang resesi ekonomi. Mewaspadai “hantu” resesi ekonomi, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memiliki sejumlah strategi di antaranya bagaimana menjaga kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi nasional meliputi tingkat konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi.

Apakah Indonesia bakal terseret ke jurang resesi ekonomi? Akan terjawab dari angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga nanti. Sebagaimana penjelasan Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam berbagai kesempatan bahwa Indonesia tak bisa menghindar dari resesi ekonomi apabila pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga mencatatkan angka minus. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama masih positif di kisaran 2,97%. Lalu kuartal kedua diprediksi mencatat minus menyusul pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat aktivitas ekonomi cenderung stagnan. Untuk pertumbuhan ekonomi kuartal kedua, Sri Mulyani Indrawati memprediksi sebesar minus 3,8% belakangan dikoreksi menjadi minus 4,3%. Pasalnya, kinerja sejumlah sektor industri mengalami kontraksi sangat tajam mulai dari transportasi, perdagangan, dan manufaktur, hingga pertambangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved