Duet Ganjar-Erick Dinilai Punya Daya Ungkit Elektoral bagi Parpol Pengusung
Selasa, 28 Februari 2023 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam memutuskan capres-cawapres dari KIB, pasti dikonsultasikan dengan Presiden Jokowi. Komunikasi antaranggota KIB maupun dengan Presiden Jokowi adalah hal yang lumrah," katanya.
Langkah PAN memunculkan duet Ganjar-Erick sebagai capres-cawapres sangat tepat. Sebab, PAN bisa mengetahui secara pasti suasana hati Presiden Jokowi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan parpol lain. Dengan menempatkan Erick sebagai cawapres, PAN akan mendapatkan kredit poin ketika pasangan ini nantinya menang di Pilpres 2024.
Selain potensial meraih kemenangan, duet Ganjar-Erick juga dinilai akan memberikan efek ekor jas (coattail effect) bagi parpol pengusung. Adi melihat pasangan ini memiliki daya ungkit yang besar bagi parpol, baik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) maupun PAN.
Baca juga: Ikuti Jejak PAN, PPP Beri Sinyal Dukung Duet Ganjar-Erick di Pilpres 2024
Kekuatan PDIP, menurut Adi, relatif stabil. Di 2004 perolehan suara PDIP mencapai 18% kemudian turun menjadi 14% di 2009. Padahal saat itu PDIP mengusung Megawati Soekarnoputri sebagai capres. Di 2014 ketika mengusung Jokowi, suara PDIP naik lagi menjadi 18%. Jika PDIP dapat memilih capres yang memiliki daya ungkit elektoral yang juga kadernya, Adi memperkirakan suara PDIP di Pemilu 2024 akan meningkat.
Langkah PAN memunculkan duet Ganjar-Erick sebagai capres-cawapres sangat tepat. Sebab, PAN bisa mengetahui secara pasti suasana hati Presiden Jokowi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan parpol lain. Dengan menempatkan Erick sebagai cawapres, PAN akan mendapatkan kredit poin ketika pasangan ini nantinya menang di Pilpres 2024.
Selain potensial meraih kemenangan, duet Ganjar-Erick juga dinilai akan memberikan efek ekor jas (coattail effect) bagi parpol pengusung. Adi melihat pasangan ini memiliki daya ungkit yang besar bagi parpol, baik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) maupun PAN.
Baca juga: Ikuti Jejak PAN, PPP Beri Sinyal Dukung Duet Ganjar-Erick di Pilpres 2024
Kekuatan PDIP, menurut Adi, relatif stabil. Di 2004 perolehan suara PDIP mencapai 18% kemudian turun menjadi 14% di 2009. Padahal saat itu PDIP mengusung Megawati Soekarnoputri sebagai capres. Di 2014 ketika mengusung Jokowi, suara PDIP naik lagi menjadi 18%. Jika PDIP dapat memilih capres yang memiliki daya ungkit elektoral yang juga kadernya, Adi memperkirakan suara PDIP di Pemilu 2024 akan meningkat.
Lihat Juga :