Bahas Pilpres 2024, Hasto: Megawati Siap Bertemu Surya Paloh
Minggu, 19 Februari 2023 - 11:39 WIB
loading...
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menyebutkan, Ketua Umum (Ketum) DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, siap bertemu dengan Ketum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menyebutkan, Ketua Umum (Ketum) DPP PDIP Megawati Soekarnoputri , siap bertemu dengan Ketum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh . Pertemuan ini dikatakan Hasto, demi kepentingan bangsa dan negara.
Hal tersebut disampaikan Hasto kepada awak media saat menghadiri kegiatan jalan sehat dan parade marching band 'Banten Religi' di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Minggu (19/2/2023) pagi.
Awalnya Hasto bercerita terkait acara perkawinan dari ananda Profesor Nasaruddin (Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta) beberapa waktu lalu. Dalam momen itu, Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Prof Yusril Ihza Mahendra.
"Sehingga bagi Ibu Megawati Soekarnoputri, bertemu dengan para ketum partai politik itu merupakan bagian dari upaya membangun dialog. Terlebih Ibu Mega sebagai sosok ketum partai paling senior," ujar Hasto.
Baca juga: PDIP Pastikan Berkoalisi di Pilpres 2024
Terkait dengan Surya Paloh, Hasto mengungkapkan beberapa waktu silam, sudah ada pertemuan antara jajaran DPP PDIP yang dipimpin Puan Maharani dengan Surya Paloh. Kemudian dalam dinamika Pilpres 2024, Nasdem sudah mengusulkan Anies Baswedan sebagai Capres 2024.
Sedangkan Megawati Soekarnoputri di dalam pidato ulang tahun PDIP ke-50 menyebutkan, bahwa capres PDIP berasal dari kader partai.
"Sehingga dalam konteks seperti itu, calon yang diusung Nasdem dan calon yang diusung PDIP dari indikator-indikator dalam sambutan ketum sepertinya berbeda," kata Hasto.
Baca juga: Persaingan Internal PDIP Menuju Pilpres 2024
Hasto mengungkapkan, rencana dialog Megawati dengan Surya Paloh tentunya pihaknya akan menunggu kode-kode yang akan disampaikan Surya Paloh tersebut.
"Dalam perspektif apa dialog tersebut akan dilakukan. Kalau dialog dalam rangka kepentingan bangsa dan negara, PDIP selalu welcome," tegas Hasto.
Namun apabila pertemuan tersebut dengan tujuan berkoalisi capres-cawapres, Hasto menyebutkan hal tersebut sulit dilaksanakan.
"Apalagi Pak Anies kan berulang kali dinyatakan sebagai antitesa Pak Jokowi. Sehingga pasti berbeda. Kalau di Banten, Pak Jokowi ingin membuat tol sampai Ujung Kulon, kalau dipimpin Pak Anies berbeda," pungkas Hasto.
Hal tersebut disampaikan Hasto kepada awak media saat menghadiri kegiatan jalan sehat dan parade marching band 'Banten Religi' di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Minggu (19/2/2023) pagi.
Awalnya Hasto bercerita terkait acara perkawinan dari ananda Profesor Nasaruddin (Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta) beberapa waktu lalu. Dalam momen itu, Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Prof Yusril Ihza Mahendra.
"Sehingga bagi Ibu Megawati Soekarnoputri, bertemu dengan para ketum partai politik itu merupakan bagian dari upaya membangun dialog. Terlebih Ibu Mega sebagai sosok ketum partai paling senior," ujar Hasto.
Baca juga: PDIP Pastikan Berkoalisi di Pilpres 2024
Terkait dengan Surya Paloh, Hasto mengungkapkan beberapa waktu silam, sudah ada pertemuan antara jajaran DPP PDIP yang dipimpin Puan Maharani dengan Surya Paloh. Kemudian dalam dinamika Pilpres 2024, Nasdem sudah mengusulkan Anies Baswedan sebagai Capres 2024.
Sedangkan Megawati Soekarnoputri di dalam pidato ulang tahun PDIP ke-50 menyebutkan, bahwa capres PDIP berasal dari kader partai.
"Sehingga dalam konteks seperti itu, calon yang diusung Nasdem dan calon yang diusung PDIP dari indikator-indikator dalam sambutan ketum sepertinya berbeda," kata Hasto.
Baca juga: Persaingan Internal PDIP Menuju Pilpres 2024
Hasto mengungkapkan, rencana dialog Megawati dengan Surya Paloh tentunya pihaknya akan menunggu kode-kode yang akan disampaikan Surya Paloh tersebut.
"Dalam perspektif apa dialog tersebut akan dilakukan. Kalau dialog dalam rangka kepentingan bangsa dan negara, PDIP selalu welcome," tegas Hasto.
Namun apabila pertemuan tersebut dengan tujuan berkoalisi capres-cawapres, Hasto menyebutkan hal tersebut sulit dilaksanakan.
"Apalagi Pak Anies kan berulang kali dinyatakan sebagai antitesa Pak Jokowi. Sehingga pasti berbeda. Kalau di Banten, Pak Jokowi ingin membuat tol sampai Ujung Kulon, kalau dipimpin Pak Anies berbeda," pungkas Hasto.
(maf)
Lihat Juga :