alexametrics

Dampak Pandemi Covid-19: Banyak Buruknya, Tapi Banyak Juga Kebaikannya

loading...
Dampak Pandemi Covid-19: Banyak Buruknya, Tapi Banyak Juga Kebaikannya
Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sendi kehidupan. Mulai dari pemerintahan, dunia usaha hingga keluarga. Namun semuanya harus disikapi dengan bijak.
A+ A-
JAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sendi kehidupan. Mulai dari pemerintahan, dunia usaha hingga keluarga. Namun semuanya harus disikapi dengan bijak.

Dalam rangka memeringati Hari Kependudukan, Trijaya FM menghadirkan talkshow 'Dampak Covid bagi Perempuan dan Kependudukan Kita' secara live streaming dengan mengundang narasumber terdiri dari Hasto Wardoyo selaku Kepala BKKBN, Sonyy Harry B Harmadi, Deputi BIdang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kawasan Kemenko PMK, Prijadi Santoso, Sekretaris Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPP, Turro Wongkaren, Kepala Lembaga Demografi FB UI dan Romo Benny Susetyo Rohaniawan.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyebut akibat pandemi terjadi penurunan jumlah akseptor karena akses terbatas dengan adanya PSBB. Anggaran juga menjadi permasalahan tersendiri serta beberapa permasalahan lainnya yang dialami BKKBN.

Menghadapi pandemi tersebut Hasto mengatakan BKKBN tetap membangun kepercayaan masyarakat untuk mendukung program pemerintah melalui terobosan. "Terobosan masa pandemi yaitu menghayati permasalahan. Tidak ada inovasi jika tidak ada penghayatan. Kami menilai ada tiga persoalan yang harus diatasi yaitu pendidikan rendah, warga yang tinggal pelosok dan ekonomi rendah. Itulah yang harus didekati. Sehingga BKKBN siap hadir," beber Hasto.

Tidak dipungkiri dampak pandemi Covid-19 telah membuat hidup warga berpenghasilan pas-pasan semakin terpuruk. Menurut Romo Benny Susetyo perempuan yang paling menanggung akibatnya. Terlebih jika suami terkena PHK sementara kebutuhan keluarga tidak berkurang selama pandemi bahkan cenderung meningkat.



Benny menyebut para perempuan tidak perlu kecil hati dengan keadaan tersebut karena bisa diatasi jika para perempuan berada dalam komunitas. Berada di komunitas akan membagi permasalahan.

Di sisi lain Prijadi Santoso, Sekretaris Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPP mengungkap data lain, saat pandemi justru kasus kekerasan dalam rumah tangga turun siginifikan. "Kekerasan terhadap perempuan periode Januari-Juni tahun 2019 terdapat 4149 kasus. Sementara tahun 2020 1725 kasus atau terjadi 59 persen penurunan. Di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak melakukan terobosan," ucap Prijadi.



Sementara Sonyy Harry B Harmadi, Deputi BIdang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kawasan Kemenko PMK juga mengatakan dampak Covid-19 yang harus dibaca adalah sebagai ketahanan keluarga. "Pandemi ini adalah momentum tepat bangun ketahanan keluarga," tegasnya.

Pandemi Covid-19 telah menyebar seluruh dunia. Indonesia sebagai penduduk terbesar dunia juga mengalami akibatnya. Pandemi Covid-19 pun harus dilihat dalam kerangka dampak yang lebih panjang. Turro Wongkaren, Kepala Lembaga Demografi FB UI Turro Wongkaren menyebut pandemi berpengaruh terhadap penduduk Indonesia dalam jangka waktu panjang. "Pandemi juga harus dilihat sebagai kesempatan untuk mengubah menjadi lebih sehat," ujarnya.
(ars)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak