1 Abad NU, Nahdlatul Ulama Harus Bisa Jawab Tantangan di Masa Mendatang
Rabu, 08 Februari 2023 - 13:14 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Said Aqil Siroj (SAS) Institute, Sadullah Affandy. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Secara perhitungan kalender hijriyah (lunar), Nahdlatul Ulama (NU) baru saja memperingati hari kelahirannya yang ke-100 atau satu abad. Tepatnya pada 16 Rajab 1344-16 Rajab 1444 H, di hari Selasa 7 Februari 2023.
Direktur Eksekutif Said Aqil Siroj (SAS) Institute, Sa'dullah Affandy menilai, usia satu abad tentu bukanlah usia yang muda, meski untuk organisasi sebesar NU sekali pun.
"NU telah melewati berbagai fase sejarah dengan penuh gejolak dan dinamika. Mulai dari era kolonialisasi Belanda, Jepang, Sekutu, era kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi dengan beragam presiden," kata Sa'dullah Affandy dalam keterangannya, Rabu (8/2/2023).
Dijelaskan Sa'dullah, usia satu abad juga mau tidak mau merefleksikan apa yang telah berhasil diraih NU dan tantangan apa yang ada di abad ke dua mendatang. Setidaknya, ada lima aspek keberhasilan yang bisa kita lihat secara kasat mata di abad pertama NU.
Pertama kata dia, sebagai organisasi dengan jamaah para pelestari tradisi, NU telah berhasil mempertahankan diri sebagai organisasi dengan pengikut terbesar di Indonesia, bahkan dunia.
"Kedua, sebagai organisasi dengan massa terbesar, NU berhasil memainkan peran dalam dinamika politik Tanah Air, mulai dari pra kemerdekaan, kemerdekaan, hingga pascakemerdekaan. Bahkan dalam mengatasi pemberontakan Partai Komunis Indonesia, NU menjadi organisasi sipil yang paling aktif terlibat dalam menumpas pemberontakan," jelasnya.
Baca juga: Refleksi 1 Abad NU, PKB: Jangan Alergi dengan Politik!
Direktur Eksekutif Said Aqil Siroj (SAS) Institute, Sa'dullah Affandy menilai, usia satu abad tentu bukanlah usia yang muda, meski untuk organisasi sebesar NU sekali pun.
"NU telah melewati berbagai fase sejarah dengan penuh gejolak dan dinamika. Mulai dari era kolonialisasi Belanda, Jepang, Sekutu, era kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi dengan beragam presiden," kata Sa'dullah Affandy dalam keterangannya, Rabu (8/2/2023).
Dijelaskan Sa'dullah, usia satu abad juga mau tidak mau merefleksikan apa yang telah berhasil diraih NU dan tantangan apa yang ada di abad ke dua mendatang. Setidaknya, ada lima aspek keberhasilan yang bisa kita lihat secara kasat mata di abad pertama NU.
Pertama kata dia, sebagai organisasi dengan jamaah para pelestari tradisi, NU telah berhasil mempertahankan diri sebagai organisasi dengan pengikut terbesar di Indonesia, bahkan dunia.
"Kedua, sebagai organisasi dengan massa terbesar, NU berhasil memainkan peran dalam dinamika politik Tanah Air, mulai dari pra kemerdekaan, kemerdekaan, hingga pascakemerdekaan. Bahkan dalam mengatasi pemberontakan Partai Komunis Indonesia, NU menjadi organisasi sipil yang paling aktif terlibat dalam menumpas pemberontakan," jelasnya.
Baca juga: Refleksi 1 Abad NU, PKB: Jangan Alergi dengan Politik!
Lihat Juga :