Terpilih Jadi Wakil Ketua MA, Hakim Agung Sunarto: Awasi dan Kritik Saya

Selasa, 07 Februari 2023 - 13:53 WIB
loading...
Terpilih Jadi Wakil...
Hakim Agung Sunarto mengaku khawatir khilaf saat bekerja sebagai pejjabat MA. Foto: MPI/Irfan Maulana
A A A
JAKARTA - Setelah terpilih sebagai wakil ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial, Hakim Agung Sunarto mengaku punya kekhawatiran khilaf dalam bekerja. Karena itu dia meminta masyarakat untuk mengawasi, mengkritik, dan mengoreksi kinerjanya. Dia meminta hal serupa juga dilakukan kepada hakim dan kandidat wakil Ketua MA Bidang Yudisial yang tak terpilih.

"Saya harap bapak ibu sekalian tidak hanya memberikan suaranya pada saya atau calon atau kandidat wakil ketua Mahkamah Agung, tapi kami minta di awasi, dikoreksi, dikritik, karena kita khawatir khilaf lupa sehingga kami khawatir tidak dapat menjalankan amanah yang bapak ibu berikan," ucapnya saat sambutan sidang paripurna khusus MA pemilihan wakil ketua MA Bidang Yudisial, Selasa, (7/2/2023).

Baca juga: Breaking News: KPK OTT Hakim Agung

Sunarto mendapatkan 27 suara, menyingkirkan tiga kandidat lainnya yakni Hakim Agung Yulius yang memperoleh 12 suara, Hakim Agung Haswandi, 3 suara, dan Surya Jaya 2 suara.

Sunarto mengatakan tugas dan fungsi wakil ketua MA adalah membantu Ketua MA Syarifuddin untuk mewujudkan peradilan yang agung. "Terutama dalam rangka mewujudkan badan peradilan Indonesia yang agung. Isyaallah saya sudah 4 tahun 9 bulan bekerja sama dengan yang mulia ketua MA, hubungan itu akan lebih lancar lagi," katanya.

Permintaan Sunarto tak lepas dari skandal korupsi dan suap di lingkungan MA yang dianggap akut. Terakhir, adalah suap pengurusan perkara KSP Intidana dan kepailitan RS SKM. Dalam kasus tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 10 tersangka dari lingkungan MA.



Mereka adalah Sudrajad Dimyati, Gazalba Saleh, hakim yustisial sekaligus asisten Gazalba Prasetio Nugroho, staf Gazalba Redhy Novarisza, hakim yustisial sekaligus panitera pengganti MA Elly Tri Pangestu pada kasus KSP Intidana.

Lalu, PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie, PNS MA Nurmanto Akmal, Albasri, dan hakim yustisial Edy Wibowo pada kasus RS SKM.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Razman Nasution Tunggu...
Razman Nasution Tunggu Dieksekusi setelah Kasasi Ditolak MA: Saya Tidak akan Sembunyi
Terima Suap Rp1 Miliar,...
Terima Suap Rp1 Miliar, Hakim YM Dipecat
Pengadilan Tinggi DKI...
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Kuatkan Vonis Nurhadi, KPK Berharap Beri Efek Jera
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
Putusan Mahkamah Agung...
Putusan Mahkamah Agung Tetapkan Worcas Group Menang atas Sengketa Merek DENZA
MA AS Anulir Perjanjian...
MA AS Anulir Perjanjian Kerjasam RI-AS? Politisi Gerindra Buka Suara
Rekomendasi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Berita Terkini
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved