Menko PMK Muhadjir Sebut Angka Stunting dan Kemiskinan di Banten Menurun

Sabtu, 04 Februari 2023 - 03:58 WIB
loading...
Menko PMK Muhadjir Sebut...
Menko PMK Muhadjir Effendy mengapresiasi penurunan stunting dan kemiskinan di Provinsi Banten. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, penurunan stunting dan kemiskinan di Provinsi Banten khususnya Kota Tangerang Selatan, Tangerang, Cilegon, Serang, dan Kabupaten Serang sudah sangat baik.

Hal itu disampaikan Muhadjir dalam lanjutan Roadshow Daring Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten/Kota di Povinsi Banten, yang diikuti oleh Kota Tangerang Selatan, Tangerang, Cilegon, Serang, dan Kabupaten Serang.

"Di 5 Kabupaten kota yang presentasi pada hari ini baik dalam hal stunting maupun kemiskinan ekstrem cukup menggembirakan penanganannya," ujar Muhadjir, Jumat (3/2/2023).

Baca juga: Tekan Stunting, Menko PMK: Perbanyak Program Penambahan Gizi Balita dan Ibu Hamil

Kegiatan diikuti Wali Kota Serang H. Syafrudin, Bupati Kabupaten Serang Ratu Tatu Chasanah, Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta, perwakilan Kementerian Kesehatan, perwakilan BKKBN, perwakilan Kementerian PUPR, dan perwakilan kementerian dan lembaga lain.

Baca juga: 4 Kondisi Pemicu Stunting pada Anak, Orang Tua Wajib Waspada

Muhadjir menjelaskan salah satu contoh penurunan stunting yang baik yakni di Kota Tangerang Selatan, salah satu daerah yang mengalami penurunan stunting cukup signifikan di Provinsi Banten. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting Tangerang Selatan sebesar 19,9%. Pada 2022, prevalensi stunting turun drastis menjadi 9%.

Kota Tangerang Selatan menjadi salah satu daerah yang mengalami penurunan stunting yang signifikan di Provinsi Banten. Berdasarkan data SSGI, tahun 2022, prevalensi stunting turun drastis menjadi 9%. Hal ini juga didukung oleh fasilitas kesehatan seperti RS, Puskesmas dan Posyandu yang telah memadai. Ditambah juga dengan jumlah alat kesehatan seperti antropometri kit serta USG di Posyandu dan Puskesmas hampir semua sudah terpenuhi.

Muhadjir menilai meskipun penurunan stunting sudah bagus, namun dia meminta pemerintah daerah tetap mempercepat dan mengoptimalkan target yang dicapai. "Sehingga kita harapkan Provinsi Banten, khususnya di 5 Kabupaten/Kota ini bisa menjadi model menjadi eksemplar dalam menuntaskan stunting dan kemiskinan ekstrem dan penanggulangan pengurangan stunting," ujar Muhadjir.

Muhadjir juga meminta setiap daerah yang masih belum memiliki kelengkapan fasilitas kesehatan seperti Antopometri kit dan USG untuk bisa mengusulkan kepada Kementerian 5Kesehatan. Kemudian untuk penanganan kemiskinan ekstrem dari segi perbaikan kawasan kumuh dan lingkungan, Menko PMK meminta daerah untuk berkoordinasi dengan Kementerian PUPR.

"Termasuk penambahan sanitasi air minum kalau ada yang masih membutuhkan atau yang ingin mempercepat silahkan dikoordinasikan oleh Kemenko PMK. Dikomunikasikan dengan Kementerian PUPR. Begitu juga dalam kaitannya pengadaan fasilitas kesehatan saya kira Kemenkes juga sudah merespons dengan baik," ucapnya.

Sebagai informasi, kegiatan Roadshow Daring Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten/Kota di Povinsi Banten, merupakan fokus ke lima yang disisir untuk percepatan penangan stunting dan kemiskinan ekstrem. Provinsi Banten merupakan daerah ke-5. Sebelumnya, sudah diselenggarakan di Provinsi Jawa Barat, Aceh, NTT, Sulawesi Tenggara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menargetkan angka stunting turun dari 21% menjadi 14% di 2024 mendatang.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Muhadjir Effendy Penuhi...
Muhadjir Effendy Penuhi Panggilan KPK usai Minta Pemeriksaannya Ditunda
Ini Alasan KPK Ingin...
Ini Alasan KPK Ingin Periksa Muhadjir Effendy di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
KPK Jadwal Ulang Periksa...
KPK Jadwal Ulang Periksa Muhadjir Effendy Jadi Saksi Kasus Kuota Haji
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Menko PMK Bentuk Gugus...
Menko PMK Bentuk Gugus Tugas Tata Kelola Daycare Buntut Kasus Little Aresha
Muhadjir Tegaskan Perbedaan...
Muhadjir Tegaskan Perbedaan Lebaran Muhammadiyah Bukan Bentuk Tak Taat Pemerintah
Daftar 783 Sekolah Gratis...
Daftar 783 Sekolah Gratis di Banten 2026, SPP hingga Biaya LKS Ditanggung
Data BPS Ungkap Angka...
Data BPS Ungkap Angka Kesejahteraan Warga Tangsel Meningkat
Bangun Huntara di 10...
Bangun Huntara di 10 Kabupaten/Kota di Sumatera, Menko PMK: Penyiapan Lahan Jadi Tantangan
Rekomendasi
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Kartu Merah Piala Dunia...
Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Berita Terkini
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved