Gempa M5,0 Guncang Morotai Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami
Jum'at, 03 Februari 2023 - 07:27 WIB
loading...
Gempa bumi dengan kekuatan M5,0 mengguncang wilayah Pantai Barat Laut Pulau Morotai, Maluku Utara, pada Jumat 3 Februari 2023 pukul 06.05.05 WIB. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Gempa dengan kekuatan M5,0 mengguncang wilayah Pantai Barat Laut Pulau Morotai, Maluku Utara, Jumat 3 Februari 2023 pukul 06.05.05 WIB. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,68° LU ; 128,26° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 20 Km arah Barat Laut Morotai Jaya, Pulau Morotai, Maluku Utara pada kedalaman 40 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina," kata Daryono.
Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Morotai dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,68° LU ; 128,26° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 20 Km arah Barat Laut Morotai Jaya, Pulau Morotai, Maluku Utara pada kedalaman 40 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina," kata Daryono.
Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Morotai dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Lihat Juga :