Lemhannas Ungkap Ancaman Stabilitas Nasional di 2023
Rabu, 01 Februari 2023 - 16:16 WIB
loading...
Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto memberikan keterangan kepada media di sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2023). FOTO/MPI/Bachtiar Rojab
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Ketahanan Nasional ( Lemhannas ) memetakan sejumlah ancaman yang berpotensi mengganggu Indonesia di 2023. Salah satunya terkait narasi maupun wacana penambahan masa jabatan presiden.
Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto mengatakan, ancaman terbesar berasal dari dinamika global, seperti perang Rusia-Ukraina, ketegangan Amerika Serikat-China terkait Taiwan, perang dagang, dan teknologi. Selain dinamika global, ancaman di ruang lingkup nasional memperlihatkan tren mencolok di ranah politik, termasuk menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Banyak variabel, (termasuk) keamanan politik, termasuk politik demokrasi 2024, stabilitas ekonomi, nilai positif utama stabilitas fiskal, dan moneter karena ketatnya instrumen-instrumen itu, (maka) diatur digunakan kombinasi Sri Mulyani dan Bank Indonesia," kata Andi di sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2023).
Baca juga: Andi Widjajanto Ajak IKAL Lemhannas Bersinergi Ciptakan Suasana Kondusif Jelang Pemilu 2024
Dalam dinamika politik demokrasi 2024, Lemhannas telah melakukan beberapa kajian. Salah satunya terkait isu penambahan masa jabatan presiden yang pernah mencuat tahun lalu.
Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto mengatakan, ancaman terbesar berasal dari dinamika global, seperti perang Rusia-Ukraina, ketegangan Amerika Serikat-China terkait Taiwan, perang dagang, dan teknologi. Selain dinamika global, ancaman di ruang lingkup nasional memperlihatkan tren mencolok di ranah politik, termasuk menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Banyak variabel, (termasuk) keamanan politik, termasuk politik demokrasi 2024, stabilitas ekonomi, nilai positif utama stabilitas fiskal, dan moneter karena ketatnya instrumen-instrumen itu, (maka) diatur digunakan kombinasi Sri Mulyani dan Bank Indonesia," kata Andi di sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2023).
Baca juga: Andi Widjajanto Ajak IKAL Lemhannas Bersinergi Ciptakan Suasana Kondusif Jelang Pemilu 2024
Dalam dinamika politik demokrasi 2024, Lemhannas telah melakukan beberapa kajian. Salah satunya terkait isu penambahan masa jabatan presiden yang pernah mencuat tahun lalu.
Lihat Juga :