Cerita Megawati soal Humor Gus Dur Terkait Eternit yang Ternyata Internet
Rabu, 01 Februari 2023 - 06:58 WIB
loading...
Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri hadir dalam gelaran Anugerah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Theatre Tanah Airku, TMII, Jakarta, Selasa (31/1/2023). Kehadiran Megawati untuk mewakili mendiang Ayahnya, Ir Soekarno, guna menerima penghargaan dalam gelaran tersebut.
Saat memberikan sambutan, Megawati mengenang pengalamannya saat bersama Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di kala menjalani kehidupan sebagai petinggi PDI (saat itu belum PDIP) dan NU.
Megawati menceritakan pengalamannya ketika diundang oleh pengurus PDIP yang bersahabat dengan pengurus cabang NU di suatu daerah. Megawati menuturkan, saat itu dirinya bersama Gus Dur belum menjadi Presiden dan Wakil Presiden.
"Saat itu selesai acara ketika Gus Dur memberikan kuliah Islam di acara tersebut, Gus Dur memberitahu saya kalau PDI dan NU itu sama saja. Gus Dur berguyon kalau persamaannya itu karena sama-sama salah," ujar Megawati dalam sambutannya, Rabu (1/2/2023).
Baca juga: Muhammadiyah Ucapkan Selamat Harlah 1 Abad NU
Megawati melanjutkan, maksud dari kesalahan yang sama tersebut, karena pengurus PDI dan NU mengajukan permohonan dana kepada Gus Dur dan dirinya, untuk kebutuhan pembangunan kantor cabang NU.
Dalam sesi celoteh jenakanya, Megawati menuturkan, pengurus PDI dan NU itu menyebutkan kata 'siteris' saat menyambut kedatangan Gus Dur dan dirinya.
"Ditanya sama beliau (Gus Dur), gimana waktu ada pertemuan (saat sesi acara). Yang jawab bukan PDI tapi yang NU. (NU bilang) Waduh itu Gus yang nonton yang dengar itu Siteris," katanya.
"Ini apa ini guyonnya terus saya bilang gitu," lanjut Megawati.
Kemudian Ibu dari Ketua DPR, Puan Maharani itu melanjutkan ceritanya, bahwa pengurus NU itu alami kekurangan dana. Ia menjelaskan, kekurangan dana yang dimaksud kepada Gus Dur itu untuk keperluan pembuatan eternit.
"Jadi minta tolong untuk diberikan ethernit, Gus Dur cerita sama saya, salahnya yang sama apa, dia (NU) nulis surat sama saya katanya minta dana untuk eternit," ujarnya.
Baca juga: Gus Yahya Siapkan Sejumlah Agenda Memasuki 1 Abad NU
Lebih lanjut Megawati menjelaskan, apa arti dari maksud siteris dan eternit tersebut. Ia mengulang ucapan Gus Dur yang menjelaskan sembari berguyon apa maksud dari kedua kata yang tidak dipahaminya tersebut.
"Jadi apa itu eternit, tanya saya. Gus Dur bilang Itu loh teknologi-teknologi itu loh, apa coba? Internet," ucap Megawati disambut gelak tawa para hadirin.
"Jadi dengan segala hormat saya, saya sangat ingat juga, itu Siteris maksudnya histeris. Jadi benar lah kalau Gus Dur bilangnya, kesalahannya sama saja. Itu lah yang namanya rakyat," tutup Mega.
Saat memberikan sambutan, Megawati mengenang pengalamannya saat bersama Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di kala menjalani kehidupan sebagai petinggi PDI (saat itu belum PDIP) dan NU.
Megawati menceritakan pengalamannya ketika diundang oleh pengurus PDIP yang bersahabat dengan pengurus cabang NU di suatu daerah. Megawati menuturkan, saat itu dirinya bersama Gus Dur belum menjadi Presiden dan Wakil Presiden.
"Saat itu selesai acara ketika Gus Dur memberikan kuliah Islam di acara tersebut, Gus Dur memberitahu saya kalau PDI dan NU itu sama saja. Gus Dur berguyon kalau persamaannya itu karena sama-sama salah," ujar Megawati dalam sambutannya, Rabu (1/2/2023).
Baca juga: Muhammadiyah Ucapkan Selamat Harlah 1 Abad NU
Megawati melanjutkan, maksud dari kesalahan yang sama tersebut, karena pengurus PDI dan NU mengajukan permohonan dana kepada Gus Dur dan dirinya, untuk kebutuhan pembangunan kantor cabang NU.
Dalam sesi celoteh jenakanya, Megawati menuturkan, pengurus PDI dan NU itu menyebutkan kata 'siteris' saat menyambut kedatangan Gus Dur dan dirinya.
"Ditanya sama beliau (Gus Dur), gimana waktu ada pertemuan (saat sesi acara). Yang jawab bukan PDI tapi yang NU. (NU bilang) Waduh itu Gus yang nonton yang dengar itu Siteris," katanya.
"Ini apa ini guyonnya terus saya bilang gitu," lanjut Megawati.
Kemudian Ibu dari Ketua DPR, Puan Maharani itu melanjutkan ceritanya, bahwa pengurus NU itu alami kekurangan dana. Ia menjelaskan, kekurangan dana yang dimaksud kepada Gus Dur itu untuk keperluan pembuatan eternit.
"Jadi minta tolong untuk diberikan ethernit, Gus Dur cerita sama saya, salahnya yang sama apa, dia (NU) nulis surat sama saya katanya minta dana untuk eternit," ujarnya.
Baca juga: Gus Yahya Siapkan Sejumlah Agenda Memasuki 1 Abad NU
Lebih lanjut Megawati menjelaskan, apa arti dari maksud siteris dan eternit tersebut. Ia mengulang ucapan Gus Dur yang menjelaskan sembari berguyon apa maksud dari kedua kata yang tidak dipahaminya tersebut.
"Jadi apa itu eternit, tanya saya. Gus Dur bilang Itu loh teknologi-teknologi itu loh, apa coba? Internet," ucap Megawati disambut gelak tawa para hadirin.
"Jadi dengan segala hormat saya, saya sangat ingat juga, itu Siteris maksudnya histeris. Jadi benar lah kalau Gus Dur bilangnya, kesalahannya sama saja. Itu lah yang namanya rakyat," tutup Mega.
(maf)
Lihat Juga :