Menkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Berbayar Strategi Menuju Endemi
Rabu, 25 Januari 2023 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi kalau masyarakat merasa dirinya gak enak atau musimnya musim yang buruk, masyarakat melakukan vaksinasi," ujarnya.
Apalagi, mantan Wakil Menteri BUMN ini menjelaskan, vaksin saat ini sudah sangat tersedia dengan kisaran harga USD 5-10 atau setara Rp 150 ribu per dosisnya. Sementara untuk masyarakat miskin tetap gratis dengan memasukkannya dalam program penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
"Harganya antara USD5-10 itu kan Rp150 ribu. Jadi kita liat partisipasi masyarakat ini untuk yang miskin rencananya dimasukin aja ke program kesehatan standar BPJS. Tapi kalau untuk yang mampu dia bisa beli sendiri. Itu rencananya ke sana sebagai bagian dari strategi pandemi endemi," terangnya.
Apakah masyarakat menyuntikkan sendiri vaksinnya jika beli di apotek, dia menjelaskan, mekanismenya sama seperti membeli obat-obatan atau vitamin C. Dan penjualannya tidak hanya di apotek, pemberiannya di rumah sakit (RS) atau puskesmas.
"Nanti jual kan enggak hanya di apotek harusnya kan diberikannya di rumah sakit atau di puskesmas," jelasnya.
Apalagi, mantan Wakil Menteri BUMN ini menjelaskan, vaksin saat ini sudah sangat tersedia dengan kisaran harga USD 5-10 atau setara Rp 150 ribu per dosisnya. Sementara untuk masyarakat miskin tetap gratis dengan memasukkannya dalam program penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
"Harganya antara USD5-10 itu kan Rp150 ribu. Jadi kita liat partisipasi masyarakat ini untuk yang miskin rencananya dimasukin aja ke program kesehatan standar BPJS. Tapi kalau untuk yang mampu dia bisa beli sendiri. Itu rencananya ke sana sebagai bagian dari strategi pandemi endemi," terangnya.
Apakah masyarakat menyuntikkan sendiri vaksinnya jika beli di apotek, dia menjelaskan, mekanismenya sama seperti membeli obat-obatan atau vitamin C. Dan penjualannya tidak hanya di apotek, pemberiannya di rumah sakit (RS) atau puskesmas.
"Nanti jual kan enggak hanya di apotek harusnya kan diberikannya di rumah sakit atau di puskesmas," jelasnya.
Lihat Juga :