Ketua KPU Jawab DPR soal Tudingan Kecurangan dan Pelecehan Wanita Emas
Kamis, 12 Januari 2023 - 08:48 WIB
Ketua KPU Hasyim Asyari menanggapi soal dugaan kecurangan pemilu yang disampaikan Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih dan dugaan pelecehan seksual Hasnaeni Moein. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari menanggapi soal dugaan kecurangan pemilu yang disampaikan Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih dan dugaan pelecehan seksual Hasnaeni Moein atau Wanita Emas. Hal itu disampaikannya Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
"Walaupun mungkin tadi sidangnya tertutup tapi ketika diinformasikan kepada kami, jadi catatan-catatan penting bagi kami, untuk sekali lagi melakukan evaluasi untuk perbaikan ke depan supaya kemudian hal-hal yang dikhawatirkan itu tidak terjadi," ujar Hasyim, Rabu (11/1/2023). Baca juga: Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Hasyim menegaskan KPU tidak sampai kepada memaksa bahkan mengintimidasi KPU provinsi atau KPU kabupaten/kota, sebagaimama yang selama ini dituduhkan mengenai adanya dugaan kecurangan.
"Tentu kami tidak sampai ke sana karena KPU provinsi, KPU kabupaten/kota kan bagian dari keluarga besar kami. Jadi menjadi perhatian lah, tidak sampai kepada arah itu," ucapnya.
Selain itu, Hasyim membantah bahwa dirinya maupun komisioner KPU lainnya yang diduga memberi perintah di luar standar operasional prosedur (SOP).
"Dan kalau kemudian ada apa itu namanya, ada arahan, ada perintah juga tentu tidak dalam konteks yang melanggar aturan atau SOP yang telah ditentukan. Ini yang saya kira penting untuk kita ketahui bersama," tegasnya.
"Walaupun mungkin tadi sidangnya tertutup tapi ketika diinformasikan kepada kami, jadi catatan-catatan penting bagi kami, untuk sekali lagi melakukan evaluasi untuk perbaikan ke depan supaya kemudian hal-hal yang dikhawatirkan itu tidak terjadi," ujar Hasyim, Rabu (11/1/2023). Baca juga: Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Hasyim menegaskan KPU tidak sampai kepada memaksa bahkan mengintimidasi KPU provinsi atau KPU kabupaten/kota, sebagaimama yang selama ini dituduhkan mengenai adanya dugaan kecurangan.
"Tentu kami tidak sampai ke sana karena KPU provinsi, KPU kabupaten/kota kan bagian dari keluarga besar kami. Jadi menjadi perhatian lah, tidak sampai kepada arah itu," ucapnya.
Selain itu, Hasyim membantah bahwa dirinya maupun komisioner KPU lainnya yang diduga memberi perintah di luar standar operasional prosedur (SOP).
"Dan kalau kemudian ada apa itu namanya, ada arahan, ada perintah juga tentu tidak dalam konteks yang melanggar aturan atau SOP yang telah ditentukan. Ini yang saya kira penting untuk kita ketahui bersama," tegasnya.
Lihat Juga :