Dahsyat! Jenderal Top Ini Hobi Dengarkan Surat Yasin, Tak Segan Minta Ajudan Mengaji
Jum'at, 23 Desember 2022 - 10:08 WIB
Sebenarnya tak mengherankan soal kebiasaan itu. Kakenya berasal dari Desa Siri Sori Islam, Saparua. Ia seorang imam masjid di Ambon. Inilah yang mengilhami George untuk memelajari dan memperdalam Islam. Sang kakek itu yang dulu berharap George kelak jadi guru ngaji.
Karier lulusan kursus dasar Para pada 1977 tersebut kian mencorong. George dipromosikan sebagai Kasdivif 1/Kostrad dan menyandang bintang emas di pundak alias brigjen. Setelah itu Kasgartap 1/Kodam Jaya dan berlanjut ke Kasdam Jaya. Pangkat mayjen dilaluinya dengan menduduki jabatan Pangkoops TNI di Aceh, kemudian Panglima Divisi 1/Kostrad.
Melesat Jadi KSAD
Portofolionya kian berkilau. George melesat jadi Pangdam XVII/Trikora, setelah itu Pangdam III/Siliwangi. Tiga bintang emas menancap di pundaknya kala dia dipromosikan sebagai Pangkostrad. Ketika Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo memasuki masa pensiun dari KSAD, nama George nyaring terdengar sebagai calon kuat. Hasilnya dapat ditebak. Anak tentara itu melesat jadi KSAD.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memiliki kenangan khusus terhadap juniornya itu. Setelah dilantik jadi KSAD, George mengundang Prabowo ke Markas Besar Angkatan Darat. Yang bikin Prabowo terharu, George yang saat itu didampingi para asistenya bahkan memeluk penuh kehangatan Prabowo. Di depan para asistennya, Jenderal yang pernah meramaikan bursa ketua umum PSSI itu tak ragu menunjukkan bahwa Prabowo adalah abangnya.
"Saya terharu, walaupun dia sudah mencapai pangkat dan jabatan yang puncak di dalam TNI Angkatan Darat, tapi beliau masih menghormati dan memeluk saya. Beliau angkat saya, dan beliau umumkan ke semua bahwa beliau anggap saya sebagai abangnya. Beliau bercerita, ‘Ini dulu waktu saya dalam kesulitan, Mas Bowo lah yang memperhatikan dan membantu saya,’” ucap Prabowo dalam buku biografinya, Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto (hal 245), dikuti Jumat.
“Saya bangga karena adik saya yang saya banggakan berhasil berprestasi dan mencapai jabatan tertinggi. Mereka-mereka berhasil menyalip saya dalam karier, tapi mereka tidak lupa,” kata mantan Danjen Kopassus ini.
George wafat pada Rabu, 12 Juni 2019 di RSPAD Gator Soebroto, Jakarta Pusat. Jenazahnya dimakamkan di tanah kelahiran, Makassar, Sulawesi Selatan.
Karier lulusan kursus dasar Para pada 1977 tersebut kian mencorong. George dipromosikan sebagai Kasdivif 1/Kostrad dan menyandang bintang emas di pundak alias brigjen. Setelah itu Kasgartap 1/Kodam Jaya dan berlanjut ke Kasdam Jaya. Pangkat mayjen dilaluinya dengan menduduki jabatan Pangkoops TNI di Aceh, kemudian Panglima Divisi 1/Kostrad.
Melesat Jadi KSAD
Portofolionya kian berkilau. George melesat jadi Pangdam XVII/Trikora, setelah itu Pangdam III/Siliwangi. Tiga bintang emas menancap di pundaknya kala dia dipromosikan sebagai Pangkostrad. Ketika Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo memasuki masa pensiun dari KSAD, nama George nyaring terdengar sebagai calon kuat. Hasilnya dapat ditebak. Anak tentara itu melesat jadi KSAD.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memiliki kenangan khusus terhadap juniornya itu. Setelah dilantik jadi KSAD, George mengundang Prabowo ke Markas Besar Angkatan Darat. Yang bikin Prabowo terharu, George yang saat itu didampingi para asistenya bahkan memeluk penuh kehangatan Prabowo. Di depan para asistennya, Jenderal yang pernah meramaikan bursa ketua umum PSSI itu tak ragu menunjukkan bahwa Prabowo adalah abangnya.
"Saya terharu, walaupun dia sudah mencapai pangkat dan jabatan yang puncak di dalam TNI Angkatan Darat, tapi beliau masih menghormati dan memeluk saya. Beliau angkat saya, dan beliau umumkan ke semua bahwa beliau anggap saya sebagai abangnya. Beliau bercerita, ‘Ini dulu waktu saya dalam kesulitan, Mas Bowo lah yang memperhatikan dan membantu saya,’” ucap Prabowo dalam buku biografinya, Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto (hal 245), dikuti Jumat.
“Saya bangga karena adik saya yang saya banggakan berhasil berprestasi dan mencapai jabatan tertinggi. Mereka-mereka berhasil menyalip saya dalam karier, tapi mereka tidak lupa,” kata mantan Danjen Kopassus ini.
George wafat pada Rabu, 12 Juni 2019 di RSPAD Gator Soebroto, Jakarta Pusat. Jenazahnya dimakamkan di tanah kelahiran, Makassar, Sulawesi Selatan.
(muh)
Lihat Juga :