Wakil Presiden Tegaskan Pancasila Sangat Relevan Hadapi Tantangan Zaman
Senin, 14 November 2022 - 16:04 WIB
"Disini menggambarkan makna penting birokrasi, khsusnya ASN untuk melaksanakan amanah sebaik baiknya", paparnya.
Dirinya juga menyebut Indonesia perlu konsisten menata, memperbaiki pengelolan pemerintahan dari dimensi stabilitas, akuntabilitas kualitas yang berdadarkan nilai-nilai luhur Pancasila.
Tidak hanya itu, mantan Anggota Dewan Pengarah BPIP itu berpesan, menghadapi pemilu 2024, nilai-nilai Pancasila harus dijadikan lokomotif dalam pesta demokrasi tersebut.
"Menuju Demokrasi 2024 jadikanlah nilai-nilai Pancasila menjadi lokomotif. Hilangkan diskriminasi, tidak memandang ras, agama, suku budaya, adat bahasa", pesannya.
Dalam kesempatan yang sama Wakil Kepala BPIP Dr. Drs. Karjono, S.H., M.Hum mengatakan diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah berangkat dari keprihatinan.
"Bapak Ibu sekalian sudah 23 tahun Pancasila vakum sehingga generasi milenila tidak mengenal Pancasila, maka sangat penting Pancasila dibumikan kembali", ujarnya.
Ia juga mengatakam ASN merupakan pelayan Publik yang wajib mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Di era globalisasi ini banyak sekali tantangan diantaranya dampak perang negara luar, narkoba, korupsi, terorisme. maka dari itu ia bsrharap ASN harus menjadi garda terdepan dalam menghadapinya.
"Ini harus dipersipakan sunguh-sungguh dan tandem denga nilai-nilai Pancasila", pesanya.
Tidak hanya itu, yang sangat memprihatinkan berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) 85 persen generasi milenial terpapar radikalisme.
"Hal itu karena belum tumbuh ketertiban, belum tumbuh kepatuhan hukum, belum tumbuh itikad baik dalam bermedia sosial", paparnya.
Kemudian ia menjelaskan data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB) setiap bulan 10 ASN dipecat karena radikalisme dan terorisme.
Dirinya juga menyebut Indonesia perlu konsisten menata, memperbaiki pengelolan pemerintahan dari dimensi stabilitas, akuntabilitas kualitas yang berdadarkan nilai-nilai luhur Pancasila.
Tidak hanya itu, mantan Anggota Dewan Pengarah BPIP itu berpesan, menghadapi pemilu 2024, nilai-nilai Pancasila harus dijadikan lokomotif dalam pesta demokrasi tersebut.
"Menuju Demokrasi 2024 jadikanlah nilai-nilai Pancasila menjadi lokomotif. Hilangkan diskriminasi, tidak memandang ras, agama, suku budaya, adat bahasa", pesannya.
Dalam kesempatan yang sama Wakil Kepala BPIP Dr. Drs. Karjono, S.H., M.Hum mengatakan diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah berangkat dari keprihatinan.
"Bapak Ibu sekalian sudah 23 tahun Pancasila vakum sehingga generasi milenila tidak mengenal Pancasila, maka sangat penting Pancasila dibumikan kembali", ujarnya.
Ia juga mengatakam ASN merupakan pelayan Publik yang wajib mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Di era globalisasi ini banyak sekali tantangan diantaranya dampak perang negara luar, narkoba, korupsi, terorisme. maka dari itu ia bsrharap ASN harus menjadi garda terdepan dalam menghadapinya.
"Ini harus dipersipakan sunguh-sungguh dan tandem denga nilai-nilai Pancasila", pesanya.
Tidak hanya itu, yang sangat memprihatinkan berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) 85 persen generasi milenial terpapar radikalisme.
"Hal itu karena belum tumbuh ketertiban, belum tumbuh kepatuhan hukum, belum tumbuh itikad baik dalam bermedia sosial", paparnya.
Kemudian ia menjelaskan data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB) setiap bulan 10 ASN dipecat karena radikalisme dan terorisme.
Lihat Juga :