Gawat! Tak Terima Digurui, Panglima TNI Marahi Danjen Kopassus karena Menolak Perampingan Pasukan
Kamis, 22 September 2022 - 05:47 WIB
“Lho, Tong, apa-apaan kamu itu. Bagaimana bisa?” tanya Benny Moerdani.
Mendapat pertanyaan dari seniornya di Korps Baret Merah tersebut, Sintong kemudian menjawab. “Kalau jumlah anggota diperkecil, mutu harus ditingkatkan. Meningkatkan mutu Kopassandha justru memerlukan anggaran yang lebih besar dibanding dengan sebelumnya,” jawab Sintong.
”Kamu jangan ngajari saya!” kata Benny Moerdani dengan nada marah.
Menurut Sintong, saat itu Benny Moerdani menunjukkan sikap kecewa terhadap dirinya. “Di situlah Pak Benny menunjukkan kekecewaannya kepada saya, tetapi kemudian Pa Benny tampak berupaya meredam emosinya,” kenang Sintong.
“Tong cobalah kamu buat rencana reorganisasi di Kopassandha untuk saya,” pesan Benny Moerdani menutup pembicaraan.
Sintong pun akhirnya mendukung kebijakan Benny Moerdani bahwa pasukan khusus tidak perlu terlalu besar dari segi jumlah anggota. Posturnya cukup kecil tetapi berkualitas, efisien, dan efektif serta dapat terjun di berbagai palagan.
Mendapat pertanyaan dari seniornya di Korps Baret Merah tersebut, Sintong kemudian menjawab. “Kalau jumlah anggota diperkecil, mutu harus ditingkatkan. Meningkatkan mutu Kopassandha justru memerlukan anggaran yang lebih besar dibanding dengan sebelumnya,” jawab Sintong.
”Kamu jangan ngajari saya!” kata Benny Moerdani dengan nada marah.
Menurut Sintong, saat itu Benny Moerdani menunjukkan sikap kecewa terhadap dirinya. “Di situlah Pak Benny menunjukkan kekecewaannya kepada saya, tetapi kemudian Pa Benny tampak berupaya meredam emosinya,” kenang Sintong.
“Tong cobalah kamu buat rencana reorganisasi di Kopassandha untuk saya,” pesan Benny Moerdani menutup pembicaraan.
Sintong pun akhirnya mendukung kebijakan Benny Moerdani bahwa pasukan khusus tidak perlu terlalu besar dari segi jumlah anggota. Posturnya cukup kecil tetapi berkualitas, efisien, dan efektif serta dapat terjun di berbagai palagan.
(cip)
Lihat Juga :