Bicarakan Masyair 2023, Menag Undang Menteri Haji Arab Saudi ke Indonesia
Kamis, 01 September 2022 - 07:28 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya telah mengundang Menteri Haji dan Umrah Saudi Arabia, Tawfiq F Al Rabiah ke Indonesia pada Oktober 2022. Foto/Dok/Kemenag
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya telah mengundang Menteri Haji dan Umrah Saudi Arabia, Tawfiq F Al Rabiah ke Indonesia pada Oktober 2022. Undangan tersebut untuk melakukan negosiasi biaya layanan masyair haji 1444H/2023M.
"Maksud saya, saya mau negosiasi di sini insya Allah beliau akan datang ke Indonesia tanggal 10 Oktober," kata Menag dalam rapat kerja (raker) bersama komisi VIII DPR RI yang disiarkan secara daring, Rabu (31/8/2022).
Ketua Umum (Ketum) GP Ansor ini mengatakan, kedatangan Menteri haji dan umrah Saudi ke Indonesia ini dapat menjadi kesempatan Indonesia berbicara langsung terkait kenaikan biaya layanan masyair hingga 300% itu.
Baca juga: 5 Komponen Penyusun Biaya Haji Indonesia
Bahkan menurutnya, upaya yang dilakukannya adalah bentuk diplomasi yang extraordinary. "Di situ kesempatan kita mungkin pimpinan (komisi VIII) bisa ikut mendampingi, kita ajak ketemu dan berbicara langsung dengan Menteri haji dan umrah," ucapnya.
"Jadi kalau dikatakan kami tidak melakukan upaya diplomasi, menurut saya justru kita melakukan upaya diplomasi yang ekstraordinary," tambahnya.
"Maksud saya, saya mau negosiasi di sini insya Allah beliau akan datang ke Indonesia tanggal 10 Oktober," kata Menag dalam rapat kerja (raker) bersama komisi VIII DPR RI yang disiarkan secara daring, Rabu (31/8/2022).
Ketua Umum (Ketum) GP Ansor ini mengatakan, kedatangan Menteri haji dan umrah Saudi ke Indonesia ini dapat menjadi kesempatan Indonesia berbicara langsung terkait kenaikan biaya layanan masyair hingga 300% itu.
Baca juga: 5 Komponen Penyusun Biaya Haji Indonesia
Bahkan menurutnya, upaya yang dilakukannya adalah bentuk diplomasi yang extraordinary. "Di situ kesempatan kita mungkin pimpinan (komisi VIII) bisa ikut mendampingi, kita ajak ketemu dan berbicara langsung dengan Menteri haji dan umrah," ucapnya.
"Jadi kalau dikatakan kami tidak melakukan upaya diplomasi, menurut saya justru kita melakukan upaya diplomasi yang ekstraordinary," tambahnya.
Lihat Juga :