Indonesia dan Malaysia Minta Transparansi Informasi Kenaikan Biaya Masyair Haji

Jum'at, 22 Juli 2022 - 14:25 WIB
Ketua Tabung Haji Malaysia Dato Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief. Foto/Kemenag
JAKARTA - Indonesia dan Malaysia meminta keterbukaan informasi terkait meningkatnya biaya haji selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang dikenal sebagai masyair di masa mendatang. Hal itu usai pada 2022 Indonesia diminta menambah Rp1,5 triliun untuk sekitar 100 ribu jamaah haji.

Dirjen Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief mengatakan, kesamaan pandangan tersebut tercipta usai melakukan evaluasi penyelenggaraan haji tahun 2022 bersama Pengarah Eksekutif Haji Tabung Haji Malaysia Dato' Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman di Kantor Daker Makkah, Kamis (21/7/2022).



Hilman mencatat pada tahun ini Indonesia diminta menambah Rp1,5 triliun untuk sekitar 100 ribu jamaah haji yang berangkat atau setara dengan tambahan Rp15 juta per orang. Namun, hingga kini belum ada informasi detail terkait peningkatan biaya tersebut, meski Hilman mengakui terdapat perbaikan fasilitas.

Baca juga: Tak Perlu Antre, Segini Perbedaan Biaya Haji Furoda dan Haji Reguler
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!