Gunung Semeru Mengalami 14 Kali Gempa Letusan Sejak Kemarin
Senin, 11 Juli 2022 - 04:42 WIB
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Semeru yang berada di Lumajang, Jawa Timur mengalami 14 kali gempa letusan sejak kemarin, Minggu (10/7/2022). Foto/ANTARA
LUMAJANG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Semeru yang berada di Lumajang, Jawa Timur mengalami 14 kali gempa letusan sejak kemarin, Minggu (10/7/2022).
“14 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-15 mm, dan lama gempa 50-85 detik. 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-4 mm, dan lama gempa 20-35 detik. 4 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 16-30 mm, S-P 16-21 detik dan lama gempa 22-63 detik,” tulis PVMBG lewat laman resminya, Senin (11/7/2022). Baca juga: Gunung Semeru Alami 19 Kali Gempa Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Sementara itu, PVMBG mengungkapkan gunung api tertutup Kabut 0-III, asap kawah tidak teramati, cuaca berawan, angin lemah ke arah barat. PVMBG pun meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
“14 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-15 mm, dan lama gempa 50-85 detik. 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-4 mm, dan lama gempa 20-35 detik. 4 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 16-30 mm, S-P 16-21 detik dan lama gempa 22-63 detik,” tulis PVMBG lewat laman resminya, Senin (11/7/2022). Baca juga: Gunung Semeru Alami 19 Kali Gempa Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Sementara itu, PVMBG mengungkapkan gunung api tertutup Kabut 0-III, asap kawah tidak teramati, cuaca berawan, angin lemah ke arah barat. PVMBG pun meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Lihat Juga :