Angka Stunting di 10 Provinsi Tinggi, Wapres: Perlu Mendapat Perhatian
Rabu, 11 Mei 2022 - 16:12 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan ada 10 provinsi yang angka prevalensi stunting tinggi perlu mendapatkan perhatian. Foto/MPI
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan ada 10 provinsi yang angka prevalensi stunting tinggi perlu mendapatkan perhatian. Sepuluh provinsi tersebut yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Papua.
Hal itu, diungkapkan Wapres saat membuka rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, dan lainnya. Baca juga: Sosok Iptu Jeanne Sakalla, Kartini dari Perbatasan NTT Orang Tua Asuh Anak Stunting
“Selain NTT, Sulbar dan Aceh, ada juga 7 provinsi lainnya yaitu Kalbar, Kalsel, Sultra, Sulteng, Gorontalo, NTB dan Papua. Ini yang perlu mendapat perhatian,” ujar Ma’ruf di Istana Wapres, Rabu (11/5/2022).
Wapres mengungkapkan syukur bahwa prevalensi stunting telah menurun signifikan menurut hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) oleh Kementerian Kesehatan mencatat bahwa angka stunting tahun 2021 sebesat 24,4%.
Hal itu, diungkapkan Wapres saat membuka rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, dan lainnya. Baca juga: Sosok Iptu Jeanne Sakalla, Kartini dari Perbatasan NTT Orang Tua Asuh Anak Stunting
“Selain NTT, Sulbar dan Aceh, ada juga 7 provinsi lainnya yaitu Kalbar, Kalsel, Sultra, Sulteng, Gorontalo, NTB dan Papua. Ini yang perlu mendapat perhatian,” ujar Ma’ruf di Istana Wapres, Rabu (11/5/2022).
Wapres mengungkapkan syukur bahwa prevalensi stunting telah menurun signifikan menurut hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) oleh Kementerian Kesehatan mencatat bahwa angka stunting tahun 2021 sebesat 24,4%.
Lihat Juga :