Seru-seruan Ganjar dan Penyandang Disabilitas Bikin Batik Ciprat di Sambung Roso.

Sabtu, 16 April 2022 - 15:14 WIB
Salah satu penyandang disabilitas di tempat itu mengatakan sudah tiga tahun bekerja di tempat itu. Ia mengatakan diajari oleh pengelola dan terus belajar. "Sudah dari tiga tahun lalu pak, bisa karena diajari. Bapak kalau mau coba boleh pak. Monggo," katanya.

Ganjar pun mengambil sapu lidi kecil yang digunakan untuk membuat pola. Sapu itu kemudian ia celupkan ke malam panas dan dipukul ke kain putih hingga membuat pola. "Wah mudah ya ternyata. Tapi hasilnya bagus lho," ucapnya.

Ganjar kemudian berkeliling melihat proses pembuatan batik karya para penyandang disabilitas itu. Beberapa kali, ia ngobrol dengan para penyandang disabilitas dan para pengelola terkait proses pembatikan. Ada sekitar 20 penyandang disabilitas yang ada di tempat itu.

"Kita belajar dari Temanggung Jawa Tengah lho pak. Ini hasil didikan bapak juga kami bisa seperti ini," kata Ketua Batik Ciprat Langitan, Maryani.

Ganjar begitu senang mendengar kabar itu. Menurutnya, kerja sama yang baik antar daerah memang harus ditingkatkan. "Iya, saya lagi ke tempat pembuatan batik bersama teman-teman difabel di Magetan. Dan hasilnya bagus sekali. Ternyata mereka belajar ke Temanggung, dan sekarang hasilnya luar biasa," katanya.

Para penyandang disabilitas yang ada di sana sudah memiliki banyak teknik membatik. Mulai gepyok, ciprat, lurikan dan jumputan. Ganjar pun membeli sejumlah batik yang sudah selesai dibuat dan dipajang di toko.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!