Bertemu Dubes Rusia, DPR Berharap Vladimir Putin Hadiri G20 di Bali
Kamis, 24 Maret 2022 - 20:28 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin. Foto/REUTERS
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva di Ruang Delegasi, Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (24/3/2022). Dubes Lyudmila didampingi para staf Kedubes Rusia untuk RI.
Dalam pertemuan itu, Cak Imin juga menanyakan sekaligus mengharapkan kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dalam acara G20 di Bali, yang akan digelar pada akhir Oktober 2022.
"Kita menanyakan dan berharap Presiden Putin tetap hadir di G20 yang akan datang di Bali," kata Cak Imin didampingi Anggota DPR F-PKB Daniel Johan serta Wasekjen PKB Dita Indah Sari, Kamis.
Menurut Cak Imin, Dubes Lyudmila menyampaikan, bahwa Presiden Putin siap dan sanggup untuk hadir dalam acara G20 Bali pada Oktober 2022 mendatang.
Cak Imin pun menyampaikan terima kasih karena penjelasan Dubes Lyudmila memberikan banyak pandangan terkait konflik Rusia-Ukraina. Dia pun berharap agar perang tersebut segera dihentikan.
"Terima kasih Ibu Duta besar yang memberikan kita banyak pandangan, sehingga kita semakin objektif dalam menilai perang. Yang paling penting perang harus bisa cepat dihentikan," ucapnya.
Dalam pertemuan itu, Cak Imin juga menanyakan sekaligus mengharapkan kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dalam acara G20 di Bali, yang akan digelar pada akhir Oktober 2022.
"Kita menanyakan dan berharap Presiden Putin tetap hadir di G20 yang akan datang di Bali," kata Cak Imin didampingi Anggota DPR F-PKB Daniel Johan serta Wasekjen PKB Dita Indah Sari, Kamis.
Menurut Cak Imin, Dubes Lyudmila menyampaikan, bahwa Presiden Putin siap dan sanggup untuk hadir dalam acara G20 Bali pada Oktober 2022 mendatang.
Cak Imin pun menyampaikan terima kasih karena penjelasan Dubes Lyudmila memberikan banyak pandangan terkait konflik Rusia-Ukraina. Dia pun berharap agar perang tersebut segera dihentikan.
"Terima kasih Ibu Duta besar yang memberikan kita banyak pandangan, sehingga kita semakin objektif dalam menilai perang. Yang paling penting perang harus bisa cepat dihentikan," ucapnya.
Lihat Juga :