Belva dan Andi Taufan Lebih Nyaman di Perusahaan ketimbang Jadi Pejabat yang Kerap Di-Bully

Jum'at, 24 April 2020 - 12:59 WIB
Para Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi saat bertemu Seskab Pramono Anung Wibowo, Januari 2020. Foto/setkab.go.id
JAKARTA - Setelah Adamas Belva Syah Devara, Andi Taufan Garuda Putra juga mundur dari jabatan Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Keduanya dinilai punya perasaan yang sama, lebih nyaman di perusahaan ketimbang jadi pejabat yang kerap di-bully.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat menduga keputusan Andi Taufan dipengaruhi langkah yang dilakukan Belva Devara. Mereka semacam mempunyai perasaan yang sama. Keduanya sudah mencoba mengklarifikasi permasalahan yang menerpa, tapi tekanan publik terus membesar.



"Akhirnya merasa hal yang sama. Lagi pula mereka sudah merasa nyaman dan mapan dengan jabatan sebelumnya (di perusahaan). Okelah keluar daripada jadi pejabat publik di-bully terus oleh netizen," tuturnya saat dihubungi SINDOnews, Jumat (24/4/2020).

Cecep menilai, Andi Taufan memang sudah melakukan kesalahan fatal saat mengirim surat kepada camat agar bekerja sama dengan perusahaannya, Amartha Mikro Fintek.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!