Dicap Anti Islam, Jenderal Kopassus Ini saat Meninggal Dikafani Layaknya Seorang Muslim

Senin, 14 Maret 2022 - 06:41 WIB
Bahkan pada suatu ketika, Kiai Asyaad pernah mengajak Benny untuk naik haji bersamanya, karena perhatian jenderal Kopassus ini yang luar biasa kepada pesantrennya. Salah seorang anak buah Benny, I Wayan Mendra menceritakan bahwa Benny kala itu menjawab:

"Kiai, saya kan Katolik. Jadi tidak bisa ke Mekkah..."

Kiai Asyaad sambil berguyon menjawab, "Kalau saya yang mengawal Pak Benny, tidak ada yang berani melarang. Termasuk malaikat."

Benny disebut banyak membantu pesantren dan masjid di hampir semua kota di Jawa Timur, mulai dari Ngawi, Madiun, Nganjuk, Tulung Agung sampai di Situbondo. Banyak anak buahnya yang terkaget-kaget karena baru belakangan mengetahui bahwa masjid atau pesantren di wilayahnya, mendapatkan bantuan dan perhatian dari Benny.

Marsekal Muda TN (Purn) Zainuddin Sikado menuturkan pada suatu hari ketika dia menjabat sebagai Komandan Pangkalan Udara Iswahyudi Madiun, Benny datang secara mendadak di hari Minggu pagi. Tidak ada perintah dinas atau tugas.

Benny lalu memintanya menemani ke sebuah tempat di Nganjuk, tetangga Kota Madiun. Usut punya usut, Benny hendak mengecek renovasi masjid. Dia ternyata pendana utamanya.

Kenapa Benny Moerdani yang Katolik begitu perhatian kepada masjid di Nganjuk? Ternyata di belakang masjid itu terdapat makam leluhur Benny, yang beragama Islam.

Pendapat sejumlah tokoh yang mengenal Benny juga semakin mematahkan anggapan Benny anti Islam. Salah satunya adalah Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Sebagian teman menyatakan bahwa Benny adalah musuh Islam yang sesungguhnya, tapi kesimpulan itu salah. Justru Benny adalah orang yang melaksanakan pola hubungan negara dengan agama yang seharusnya."

Pendapat Gus Dur ini diperkuat sebuah fakta yang berkaitan dengan agama Benny, yaitu Katolik. Pada 1975, Soeharto menunjuk Benny memimpin Operasi Seroja ke Timor Timur. Mayoritas penduduk di sana beragama Katolik.

Namun, Benny bekerja dengan profesional. Atas nama pemerintah dan negara, dia melaksanakan tugasnya dengan baik di sana. Sebagian orang menyebutnya, "Meski sama-sama Katolik, Pak Benny tetap menghajarnya."

Mantan wartawan yang menjadi Pengamat Militer Salim Said dalam buku "Dari Gestapu Ke Reformasi" menceritakan bahwa Benny mengawal Soeharto dan keluarga ibadah umrah ke Arab Saudi. Benny sampai masuk ke kawasan Kakbah. Dia kagum dengan Masjidil Haram dan menganjurkan para anak buahnya yang muslim untuk menyempatkan diri berziarah (umrah atau haji) ke sana. Minimal sekali semur hidupnya.

Dalam buku yang sama, Salim juga menceritakan bagaimana sang jenderal membantah langsung tuduhan anti Islam. "Kok saya yang dituduh anti Islam, Soeharto itu yang anti Islam," kata Benny.

Tuduhan anti Islam juga dibantah Benny Moerdani dalam berbagai kesempatan, termasuk ketika berkunjung ke sejumlah pondok pesantren. Salah satunya di hadapan para kiai Ponpes Lirboyo, Kediri Jawa Timur. "Saya ingin menegaskan, umat Islam Indonesia tidak dipojokkan. Dan tidak akan pernah dipojokkan," tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!