KKB Tembak Mati 8 Pekerja, Pengamat Militer Harap Separatisme Papua Dipadamkan
Sabtu, 05 Maret 2022 - 17:37 WIB
Selain itu, perang siber yang terjadi di Papua juga harus ditangani dengan serius mengingat banyak informasi yang bersifat adu domba, hoaks, ujaran kebencian kepada Pemerintah Indonesia yang sah serta post truth. ”Saya yakin BINDA sudah melakukan penggalangan dengan baik meski harus lebih dimaksimalkan agar semakin banyak pihak yang pro NKRI,” katanya.
Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Pertahanan dan Keamanan ini menyebut, sebagian Kelompok Separatisme Terorisme Papua (KSTP) saat ini melakukan aksinya berdasarkan pragmatisme bukan lagi hanya berdasarkan ideologi.
”Kebijakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dalam menangani Papua lebih humanis menurut saya sangat bagus, tetapi juga harus dibarengi kesiapan pengamanan atas koleteral yang bernilai ekonomi serta masyarakat dan pekerja sipil,” ucapnya.
Nuning juga menyarankan, perlunya dialog dengan tokoh-tokoh Papua yang anti NKRI, untuk mengetahui apa keinginan mereka. ”Termasuk dialog dengan kelompok yang pro NKRI, kelompok adat, kelompok agama, tokoh pemuda, tokoh agama dan lain sebagainya,” tandasnya.
Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Pertahanan dan Keamanan ini menyebut, sebagian Kelompok Separatisme Terorisme Papua (KSTP) saat ini melakukan aksinya berdasarkan pragmatisme bukan lagi hanya berdasarkan ideologi.
”Kebijakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dalam menangani Papua lebih humanis menurut saya sangat bagus, tetapi juga harus dibarengi kesiapan pengamanan atas koleteral yang bernilai ekonomi serta masyarakat dan pekerja sipil,” ucapnya.
Nuning juga menyarankan, perlunya dialog dengan tokoh-tokoh Papua yang anti NKRI, untuk mengetahui apa keinginan mereka. ”Termasuk dialog dengan kelompok yang pro NKRI, kelompok adat, kelompok agama, tokoh pemuda, tokoh agama dan lain sebagainya,” tandasnya.
(cip)
Lihat Juga :