Gelar Harlah di Kampung Nelayan NTT, PBNU Ingin Perkuat Sektor Kemaritiman
Jum'at, 04 Februari 2022 - 14:29 WIB
Ketua Panitia Harlah NU di NTT yang juga Ketua PBNU, Nasyirul Falah Amru, saat menggelar konferensi pers, di Labuan Bajo, Jumat (04/02/2022). FOTO/IST
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) mencatatkan sejarah dengan menggelar Harlah ke-96 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 5-6 Februari 2022. Di Bumi Pancasila yang penuh keberagaman ini, NU ingin nenunjukkan bahwa Indonesia dikaruniai keabekaragaman yang harus dirayakan oleh semua komponen dan kelompok bangsa.
"Ini menjadi catatan sejarah, setelah pengukuhan kemarin di Balikpapan, lalun Hl acara harlah digelar di NTT, kemudian ada rangkaian di Sumatera Selatan, dan akan ditutup di Bangkalan," kata Ketua Panitia Harlah NU di NTT yang juga Ketua PBNU, Nasyirul Falah Amru, saat menggelar konferensi pers, di Labuan Bajo, Jumat (04/02/2022).
Dalam konferensi pers tersebut hadir juga Wasekjen PBNU Sulaiman Tanjung, Ketua PBNU H Umarsyah, Ketua PWNU NTT KH Pua Monto Umbu Nay, dan Wabendum PBNU Suwandi.
Menurut tokoh muda NU yang biasa disapa Gus Falah ini, NTT selain karena faktor keberagamannya juga merupakan wilayah kepulauan yang potensi kelautan dan perikanannya bisa dioptimalkan. Hal ini sejalan dengan rencana PBNU dalam program Kampung Nelayan Binaan NU, yang merupakan program dari Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Artinya, PBNU ingin turun secara langsung memberikan semangat dan spirit, dan memberikan aksi, tidak hanya berhenti di kata kata. Karena itu, saat pengukuhan pengurus PBNU kemarin kita adakan MoU dengan KKP dan KLHK, langsung di hadapan Pak Presiden Jokowi," katanya.
Gus Falah mengungkapkan, NTT sebagai wilayah kepulauan sangat strategis untuk memperkuat program kemaritiman. Terlebih, karena masyarakat nelayan masih termarginalkan.
"Ini menjadi catatan sejarah, setelah pengukuhan kemarin di Balikpapan, lalun Hl acara harlah digelar di NTT, kemudian ada rangkaian di Sumatera Selatan, dan akan ditutup di Bangkalan," kata Ketua Panitia Harlah NU di NTT yang juga Ketua PBNU, Nasyirul Falah Amru, saat menggelar konferensi pers, di Labuan Bajo, Jumat (04/02/2022).
Dalam konferensi pers tersebut hadir juga Wasekjen PBNU Sulaiman Tanjung, Ketua PBNU H Umarsyah, Ketua PWNU NTT KH Pua Monto Umbu Nay, dan Wabendum PBNU Suwandi.
Menurut tokoh muda NU yang biasa disapa Gus Falah ini, NTT selain karena faktor keberagamannya juga merupakan wilayah kepulauan yang potensi kelautan dan perikanannya bisa dioptimalkan. Hal ini sejalan dengan rencana PBNU dalam program Kampung Nelayan Binaan NU, yang merupakan program dari Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Artinya, PBNU ingin turun secara langsung memberikan semangat dan spirit, dan memberikan aksi, tidak hanya berhenti di kata kata. Karena itu, saat pengukuhan pengurus PBNU kemarin kita adakan MoU dengan KKP dan KLHK, langsung di hadapan Pak Presiden Jokowi," katanya.
Gus Falah mengungkapkan, NTT sebagai wilayah kepulauan sangat strategis untuk memperkuat program kemaritiman. Terlebih, karena masyarakat nelayan masih termarginalkan.
Lihat Juga :