Soroti Arteria Dahlan-Wanita 'Anak Jenderal', Jubir Partai Perindo: Norma Kesantunan Harus Dijunjung Tinggi

Selasa, 23 November 2021 - 12:11 WIB
Menurut Yerry, dalam ilmu komunikasi dikenal teori patron-klien, pemimpin sebagai patron ditaati dan dihormati oleh pengikutnya sebagai klien. Patron sebagai pemimpin mendapatkan penghormatan bahkan penundukan diri dari pengikutnya.

"Pada kasus ini, wanita 'Anak Jenderal' itu mempergunakan atau menyalahgunakan atribut sang patron, yaitu jenderal bintang tiga, dan merasa berhak memakai privilege untuk dihormati selayaknya sang patron. Disinilah penyakit sosialnya, jabatan publik seseorang dipergunakan oleh keluarga atau orang dekatnya, sehingga merasa orang lain juga harus tunduk menghormatinya," tegas Yerry.

Kasus ini seharusnya menjadi pembelajaran sosial untuk semua pihak agar bijak menempatkan diri dalam masyarakat.

"Jabatan yang melekat pada seseorang jangan dipertontonkan di ranah publik untuk mendapatkan penghormatan dan perlakuan khusus, apalagi kalau hanya mengaku-ngaku kenal dengan pejabat," ujar Yerry.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!