Makna Rabu Pahing di Hari Pelantikan Panglima TNI dan KSAD: Mumpuni dan Ikhlas
Rabu, 17 November 2021 - 15:33 WIB
Selain itu, dalam primbonnya, Kanjeng Pangeran Harya Tjakraningrat menyebut, Rabu memiliki watak samubarang patut. Artinya, memiliki kemampuan yang mumpuni, dan selalu pantas berada dalam situasi apapun, serta berekspresi nonformal, sehingga bisa dekat dengan siapa saja.
Sedangkan watake dina (sifat hari) Pahing, digambarkan demen pradah yang artinya suka menyelesaikan tugas atau pekerjaan secara ikhlas. Sehingga ketika digabungkan Rabu Pahing, maknanya menjadi lebih dominan baik.
Sifat dominan baik pada hari Rabu ini juga diungkapkan oleh pengajar Sastra Jawa Universitas Negeri Malang (UM), Teguh Tri Wahyudi. "Dalam tradisi Jawa, Rabu Pahing itu karakternya lebih kuat ke air. Mungkin saja dipilih Rabu Pahing karena air memiliki sifat yang banyak dibutuhkan manusia," tuturnya.
Baca juga: Mayjen TNI Suharyanto, dari Kursi Panglima ke Medan Bencana
Pentingnya air dalam kehidupan manusia, menurutnya, juga ditunjukkan dalam pepatah Jawa, "Wong Urip Mung Mampir Ngombe" artinya manusia hidup hanya untuk singgah sejenak untuk minum, dan melanjutkan perjalanan panjang yang kekal abadi.
Air sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup, sebagai sumber kehidupan. Air yang tenang tentunya juga sangat mendamaikan. Namun, jangan sampai keseimbangan alam itu diganggu, pastinya air bisa juga menjadi petaka.
Sedangkan watake dina (sifat hari) Pahing, digambarkan demen pradah yang artinya suka menyelesaikan tugas atau pekerjaan secara ikhlas. Sehingga ketika digabungkan Rabu Pahing, maknanya menjadi lebih dominan baik.
Sifat dominan baik pada hari Rabu ini juga diungkapkan oleh pengajar Sastra Jawa Universitas Negeri Malang (UM), Teguh Tri Wahyudi. "Dalam tradisi Jawa, Rabu Pahing itu karakternya lebih kuat ke air. Mungkin saja dipilih Rabu Pahing karena air memiliki sifat yang banyak dibutuhkan manusia," tuturnya.
Baca juga: Mayjen TNI Suharyanto, dari Kursi Panglima ke Medan Bencana
Pentingnya air dalam kehidupan manusia, menurutnya, juga ditunjukkan dalam pepatah Jawa, "Wong Urip Mung Mampir Ngombe" artinya manusia hidup hanya untuk singgah sejenak untuk minum, dan melanjutkan perjalanan panjang yang kekal abadi.
Air sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup, sebagai sumber kehidupan. Air yang tenang tentunya juga sangat mendamaikan. Namun, jangan sampai keseimbangan alam itu diganggu, pastinya air bisa juga menjadi petaka.
Lihat Juga :