Istana Kepresidenan Mulai Terapkan New Normal
Kamis, 04 Juni 2020 - 18:50 WIB
Istana Kepresidenan mulai menerapkan normal baru atau new normal. foto/SINDOnews
JAKARTA - Istana Kepresidenan mulai menerapkan normal baru atau new normal. Mulai dari kegiatan harian hingga acara kenegaraan yang diselenggarakan di Istana disesuaikan dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Yang pertama adalah kita lihat arahan Bapak Presiden bahwa kita memang sudah harus melakukan kegiatan sehari-hari dengan melakukan new normal. Bagaimana kesiapannya? Kita untuk kesiapan Istana adalah semua, jadi mulai dari Bogor, Jakarta, Tampaksiring, Yogya, itu semua diperlakukan," ujar Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2020).
Heru juga mengatakan tempat ibadah di lingkungan Istana Kepresidenan juga harus menerapkan protokol kesehatan. Misalnya Masjid Baiturrahim Istana Kepresidenan Jakarta hanya akan menampung 20% dari kapasitas maksimal. Termasuk menempatan sabun atau hand sanitizer di beberapa titik untuk digunakan oleh jamaah sebelum berwudu dan memasuki masjid. "Yang tadinya 750 jadi 150 (jemaah)," ungkapnya Heru. (Baca juga: Update Corona 4 Juni 2020: 28.818 Positif, 8.892 Sembuh dan 1.721 Meninggal Dunia)
Adaptasi kebiasaan baru juga diterapkan dalam kegiatan-kegiatan Presiden Jokowi di Istana. Untuk acara pelantikan hanya dibatasi 5 sampai 7 orang pejabat yang hadir. "Kemarin beberapa pelantikan misalnya KSAL dan KSAU, tidak lebih dari 5 undangan. Itu kegiatan resmi kenegaraan," kata Heru.
"Yang pertama adalah kita lihat arahan Bapak Presiden bahwa kita memang sudah harus melakukan kegiatan sehari-hari dengan melakukan new normal. Bagaimana kesiapannya? Kita untuk kesiapan Istana adalah semua, jadi mulai dari Bogor, Jakarta, Tampaksiring, Yogya, itu semua diperlakukan," ujar Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6/2020).
Heru juga mengatakan tempat ibadah di lingkungan Istana Kepresidenan juga harus menerapkan protokol kesehatan. Misalnya Masjid Baiturrahim Istana Kepresidenan Jakarta hanya akan menampung 20% dari kapasitas maksimal. Termasuk menempatan sabun atau hand sanitizer di beberapa titik untuk digunakan oleh jamaah sebelum berwudu dan memasuki masjid. "Yang tadinya 750 jadi 150 (jemaah)," ungkapnya Heru. (Baca juga: Update Corona 4 Juni 2020: 28.818 Positif, 8.892 Sembuh dan 1.721 Meninggal Dunia)
Adaptasi kebiasaan baru juga diterapkan dalam kegiatan-kegiatan Presiden Jokowi di Istana. Untuk acara pelantikan hanya dibatasi 5 sampai 7 orang pejabat yang hadir. "Kemarin beberapa pelantikan misalnya KSAL dan KSAU, tidak lebih dari 5 undangan. Itu kegiatan resmi kenegaraan," kata Heru.
Lihat Juga :