BMKG Ingatkan Perubahan Iklim Picu Peningkatan Risiko Bencana Hidrometeorologi

Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:08 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan peringatan dini untuk waspada perubahan iklim dengan datangnya La Nina menjelang akhir tahun ini. Foto/MPI
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini untuk waspada perubahan iklim dengan datangnya La Nina menjelang akhir tahun ini. Perubahan iklim ini memicu peningkatan risiko bencana hidrometeorologi .

“Saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0.61. Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang dan kita harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina 2021/2022 yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah-sedang, setidaknya hingga Februari 2022,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dikutip dari keterangan resminya, Selasa (19/10/2021). Baca juga: Gempa Sesar Lembang 6,8 SR Mengancam, BMKG: Bandung, Cimahi dan Purwakarta Paling Terdampak



Tahun lalu, hasil kajian BMKG menunjukkan bahwa curah hujan mengalami peningkatan pada November-Desember-Januari terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian selatan, dan Sulawesi bagian selatan. Maka La Nina tahun ini diprediksikan relatif sama dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20-70% di atas normalnya.

Dengan adanya potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!