Indonesia Jangan Ragu Ikuti Jejak Selandia Baru Turunkan Prevalensi Merokok
Minggu, 03 Oktober 2021 - 19:02 WIB
Selandia Baru memanfaatkan produk tembakau alternatif sebagai solusi utama dalam mewujudkan program Bebas Asap 2025. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Selandia Baru mengambil kebijakan berbeda terkait produk tembakau alternatif . Negeri Kiwi tersebut memanfaatkan produk tembakau alternatif sebagai solusi utama dalam mewujudkan program Bebas Asap 2025.
Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Ariyo Bimmo mengatakan, untuk menurunkan angka 65 juta perokok aktif di Indonesia tidak bisa dengan cara normatif. Pemerintah semestinya tidak memberikan stigma dan menyalahkan perokok lalu mendesak pabrikan rokok untuk menutup usahanya. "Kita harus lebih cerdas. Mitigasi risikonya lalu kurangi dampaknya," kata Bimmo, Minggu (3/10/2021).
Pemerintah diharapkan dapat bersikap terbuka dengan kehadiran produk yang menerapkan konsep pengurangan risiko seperti produk tembakau alternatif. Dukungan terhadap penggunaan produk tembakau altenatif, seperti produk tembakau dipanaskan, rokok elektrik, maupun snus, juga perlu diperkuat dengan insentif.
Baca juga: Tidak Hasilkan TAR, Produk Tembakau Alternatif Diklaim Lebih Rendah Risiko
Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Ariyo Bimmo mengatakan, untuk menurunkan angka 65 juta perokok aktif di Indonesia tidak bisa dengan cara normatif. Pemerintah semestinya tidak memberikan stigma dan menyalahkan perokok lalu mendesak pabrikan rokok untuk menutup usahanya. "Kita harus lebih cerdas. Mitigasi risikonya lalu kurangi dampaknya," kata Bimmo, Minggu (3/10/2021).
Pemerintah diharapkan dapat bersikap terbuka dengan kehadiran produk yang menerapkan konsep pengurangan risiko seperti produk tembakau alternatif. Dukungan terhadap penggunaan produk tembakau altenatif, seperti produk tembakau dipanaskan, rokok elektrik, maupun snus, juga perlu diperkuat dengan insentif.
Baca juga: Tidak Hasilkan TAR, Produk Tembakau Alternatif Diklaim Lebih Rendah Risiko
Lihat Juga :