Satkar Ulama Dukung Langkah Airlangga Temui Tokoh dan Partai Islam
Selasa, 28 September 2021 - 15:11 WIB
"Karena kultur masyarakat Indonesia yang general dan heterogen maka perlu adanya satu kesepahaman, bagaimana membawa bangsa ini ke depan," kata Ashraf, Selasa (28/9/2021).
Secara politik menurut Ashraf, karakter masyarakat atau voter itu hanya 30 persen yang pilihannya statis, sedangkan 70 persen yang lain dinamis. 30 persen pemilih statis ini adalah kader, pengurus dan simpatisan.
"Nah yang 70 persen, karakter itu bersifat religius, maka itu sangat wajar apabila ada koalisi nasional yang berkarakter religius yang harus kita dekati," ujar Ashraf.
Ashraf memandang, masyarakat Indonesia perlu sentuhan emosional, dan emosionalitas tertinggi itu hal terkait keagamaan. "Jadi bagi seorang politisi atau partai politik siapa yang bisa merebut wilayah itu, kemungkinan akan mendapatkan dukungan dari masyarakat," ungkapnya.
Selain itu, masyarakat Indonesia juga masih sangat paternalistik, yang masih mengacu kepada tokoh, misalnya Kiai. Karena itu, sangat wajar jika Airlangga dan Golkar menjaga hubungan baik dengan ulama dan partai Islam. Untuk membangun kesepahaman, bagaimana membawa bangsa ini ke depan.
Secara politik menurut Ashraf, karakter masyarakat atau voter itu hanya 30 persen yang pilihannya statis, sedangkan 70 persen yang lain dinamis. 30 persen pemilih statis ini adalah kader, pengurus dan simpatisan.
"Nah yang 70 persen, karakter itu bersifat religius, maka itu sangat wajar apabila ada koalisi nasional yang berkarakter religius yang harus kita dekati," ujar Ashraf.
Ashraf memandang, masyarakat Indonesia perlu sentuhan emosional, dan emosionalitas tertinggi itu hal terkait keagamaan. "Jadi bagi seorang politisi atau partai politik siapa yang bisa merebut wilayah itu, kemungkinan akan mendapatkan dukungan dari masyarakat," ungkapnya.
Selain itu, masyarakat Indonesia juga masih sangat paternalistik, yang masih mengacu kepada tokoh, misalnya Kiai. Karena itu, sangat wajar jika Airlangga dan Golkar menjaga hubungan baik dengan ulama dan partai Islam. Untuk membangun kesepahaman, bagaimana membawa bangsa ini ke depan.
Lihat Juga :