Mensos Pastikan Bantuan PKH dan BPNT Tetap Berlanjut di 2022
Kamis, 23 September 2021 - 03:12 WIB
Mensos Tri Rismaharini memastikan bantuan sosial reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Kartu Sembako/BPNT tetap berlanjut pada 2022. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memastikan bantuan sosial reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Kartu Sembako/BPNT tetap berlanjut pada 2022.
Menurut Risma, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp74,08 triliun atau 94,67% untuk belanja bansos Tahun Anggaran (TA) 2022 yang sudah disetujui DPR RI. “Bantuan sosial untuk masyarakat miskin dan rentan, terus berlanjut. Tahun depan, Kemensos menganggarkan Rp74,08 triliun atau 94,67% untuk bantuan sosial. Jadi tidak benar kalau Kemensos menghentikan program bansos,” kata Risma dikutip pada laman resmi Kemensos, Rabu (22/9/2021).
Risma menjelaskan pada 2022, Kemensos mengalokasikan anggaran sebesar Rp28,7 triliun untuk bansos PKH dengan target 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran dilakukan setiap 3 bulan sekali dalam 4 tahap yakni, Januari, April, Juli dan Oktober melalui Bank Himbara di antaranya, BNI, BRI, Mandiri dan BTN. Baca juga: Kemensos Hentikan Bantuan Sosial Tunai untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19
Kemensos, kata Risma, juga menyiapkan anggaran Rp45,12 triliun untuk program BPNT/Kartu Sembako dengan target sebanyak 18,8 juta KPM. Penyaluran dilakukan setiap bulan selama periode Januari – Desember 2021 melalui Bank Himbara dan dengan indeks bantuan sebesar Rp200.000/bulan/KPM. “PKH dan BPNT terus berjalan baik ada atau tidak ada pandemi. Karena memang dimaksudkan untuk penanganan kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM unggul,” kata Risma. Baca juga: Soal Syarat Penerima BLT Rp300 Ribu, Risma: Jangan Dipersulit Itu Hak Orang Miskin!
Menurut Risma, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp74,08 triliun atau 94,67% untuk belanja bansos Tahun Anggaran (TA) 2022 yang sudah disetujui DPR RI. “Bantuan sosial untuk masyarakat miskin dan rentan, terus berlanjut. Tahun depan, Kemensos menganggarkan Rp74,08 triliun atau 94,67% untuk bantuan sosial. Jadi tidak benar kalau Kemensos menghentikan program bansos,” kata Risma dikutip pada laman resmi Kemensos, Rabu (22/9/2021).
Risma menjelaskan pada 2022, Kemensos mengalokasikan anggaran sebesar Rp28,7 triliun untuk bansos PKH dengan target 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran dilakukan setiap 3 bulan sekali dalam 4 tahap yakni, Januari, April, Juli dan Oktober melalui Bank Himbara di antaranya, BNI, BRI, Mandiri dan BTN. Baca juga: Kemensos Hentikan Bantuan Sosial Tunai untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19
Kemensos, kata Risma, juga menyiapkan anggaran Rp45,12 triliun untuk program BPNT/Kartu Sembako dengan target sebanyak 18,8 juta KPM. Penyaluran dilakukan setiap bulan selama periode Januari – Desember 2021 melalui Bank Himbara dan dengan indeks bantuan sebesar Rp200.000/bulan/KPM. “PKH dan BPNT terus berjalan baik ada atau tidak ada pandemi. Karena memang dimaksudkan untuk penanganan kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM unggul,” kata Risma. Baca juga: Soal Syarat Penerima BLT Rp300 Ribu, Risma: Jangan Dipersulit Itu Hak Orang Miskin!
Lihat Juga :