PDIP Laporkan Hersubeno Arief ke Polisi Soal Isu Hoaks Megawati Kritis
Rabu, 15 September 2021 - 19:19 WIB
DPD PDIP DKI Jakarta melaporkan Hersubeno Arief pemilik channel YouTube Hersubeno Point atas isu hoaks Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri kritis. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DKI Jakarta melaporkan Hersubeno Arief pemilik channel YouTube Hersubeno Point atas isu hoaks Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri kritis. Laporan dilakukan atas klaim Harsubeno yang menyebut 1.000% Megawati Soekarnoputri sedang dirawat di RS Pertamina.
Laporan DPD DKI Jakarta diterima oleh Setra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Laporan tersebut diterima polisi dengan nomor surat LP/B/4565/IX/SPKT/Polda Metro Jaya. Baca juga: Dua Menteri Perempuan di Pemerintahan Megawati, Nomor 1 Kembali Masuk Kabinet Era Jokowi
"Hari ini kami resmi melaporkan ke Polda Metro Jaya saudara Beno Arif dan kawan-kawan terkait video di media sosial adanya berita bohong yang menyampaikan Ibu Megawati mengalami sakit atau koma. Oleh sebab itu kami hari ini melaporkan agar kepolisian bisa melaksanakan dan bekerja profesional," ujar Ronny Talapessy, Wakil Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Rabu (15/9/2021).
Dia mengatakan laporan dilakukan karena isu tersebut partai PDIP DKI Jakarta. Bahkan tidak hanya di DKI, sebanyak lima wilayah DPD DKI juga resmi melaporkan atas kasus yang sama.
Laporan DPD DKI Jakarta diterima oleh Setra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Laporan tersebut diterima polisi dengan nomor surat LP/B/4565/IX/SPKT/Polda Metro Jaya. Baca juga: Dua Menteri Perempuan di Pemerintahan Megawati, Nomor 1 Kembali Masuk Kabinet Era Jokowi
"Hari ini kami resmi melaporkan ke Polda Metro Jaya saudara Beno Arif dan kawan-kawan terkait video di media sosial adanya berita bohong yang menyampaikan Ibu Megawati mengalami sakit atau koma. Oleh sebab itu kami hari ini melaporkan agar kepolisian bisa melaksanakan dan bekerja profesional," ujar Ronny Talapessy, Wakil Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Rabu (15/9/2021).
Dia mengatakan laporan dilakukan karena isu tersebut partai PDIP DKI Jakarta. Bahkan tidak hanya di DKI, sebanyak lima wilayah DPD DKI juga resmi melaporkan atas kasus yang sama.
Lihat Juga :