Cerita Pernah Di-bully, Megawati Ungkap Perbedaan Sumbar Sekarang dan Dulu
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 00:03 WIB
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menilai daerah Sumatera Barat (Sumbar) kini telah berbeda.Foto/Tangkapan Layar/YouTube BKNP PDIPerjuangan
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menilai daerah Sumatera Barat (Sumbar) kini telah berbeda. Mega menilai dulu Sumatera Barat selalu menghasilkan tokoh-tokoh terkenal.
“Dulu saya tahu banyak sekali tokoh dari Sumbar. Kenapa menurut saya sekarang kok kayaknya tidak sepopuler dulu kah atau emang tidak ada produknya?" kata Megawati Soekarnoputri dalam acara LIVE WEBINAR tema “Bung Hatta Inspirasi Kemandirian Bangsa” dalam kanal YouTube BKNP PDIPerjuangan, dikutip Kamis (12/08/2021)
Megawati bercerita, ketika menyambangi Sumatera Barat dirinya selalu merasakan adanya naluri kegotongroyongan. Daerah tersebut sangat kental dengan tradisi keislaman, namun tetap bisa menempatkan peran-peran tokoh.
“Tapi juga ada saat bersamaan juga menempatkan peran tokoh adat yang disebut ninik mamak, alim ulama, kaum cadiak pandai ke semuanya merupakan kepemimpinan yang khas yang disebut Minangkabau sehingga bukannya istilah tapi seperti panggilan, Tungku Tigo Sajarangan,” ujar Megawati.
Namun, semakin ke sini, Megawati semakin sering bertanya-tanya, Sumatera Barat menjadi sangat lain di era sekarang. Dia pun bercerita pengalaman dibully bersama anaknya, Puan Maharani.
“Kok malah ke sini saya mulai berpikir, saya sering berdiskusi karena di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), saya sebagai ketua dewan pengarah. Itu ada Buya Syafi'i, saya suka bertanya kepada beliau ‘kenapa Sumatera Barat yang dulu pernah saya kenal sepertinya sekarang sudah mulai berbeda ya?’," ujar Megawati
“Dulu saya tahu banyak sekali tokoh dari Sumbar. Kenapa menurut saya sekarang kok kayaknya tidak sepopuler dulu kah atau emang tidak ada produknya?" kata Megawati Soekarnoputri dalam acara LIVE WEBINAR tema “Bung Hatta Inspirasi Kemandirian Bangsa” dalam kanal YouTube BKNP PDIPerjuangan, dikutip Kamis (12/08/2021)
Megawati bercerita, ketika menyambangi Sumatera Barat dirinya selalu merasakan adanya naluri kegotongroyongan. Daerah tersebut sangat kental dengan tradisi keislaman, namun tetap bisa menempatkan peran-peran tokoh.
“Tapi juga ada saat bersamaan juga menempatkan peran tokoh adat yang disebut ninik mamak, alim ulama, kaum cadiak pandai ke semuanya merupakan kepemimpinan yang khas yang disebut Minangkabau sehingga bukannya istilah tapi seperti panggilan, Tungku Tigo Sajarangan,” ujar Megawati.
Namun, semakin ke sini, Megawati semakin sering bertanya-tanya, Sumatera Barat menjadi sangat lain di era sekarang. Dia pun bercerita pengalaman dibully bersama anaknya, Puan Maharani.
“Kok malah ke sini saya mulai berpikir, saya sering berdiskusi karena di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), saya sebagai ketua dewan pengarah. Itu ada Buya Syafi'i, saya suka bertanya kepada beliau ‘kenapa Sumatera Barat yang dulu pernah saya kenal sepertinya sekarang sudah mulai berbeda ya?’," ujar Megawati
Lihat Juga :