Kasus Covid-19 Turun Berkat PPKM, Masyarakat Jangan Lengah
Rabu, 11 Agustus 2021 - 10:01 WIB
Mural lawan Covid-19. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia menurun seiring penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) berbasis level 4, 3 dan 2 di Jawa dan Bali. Pemerintah pun mulai memberlakukan sejumlah pelonggaran, di antaranya pembukaan mal atau pusat perbelanjaan, tempat ibadah hingga sektor esensial basis ekspor.
Walaupun PPKM terbukti menurunkan kasus Covid-19, masyarakat diimbau jangan lengah. "Pelonggaran itu hendaknya tidak membuat kita lengah, tapi sebaiknya semakin meningkatkan kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan dan berbagai kebijakan yang diatur selama PPKM," kata anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi, Rabu (11/8/2021).
Menurut dia, kesadaran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan tentu membutuhkan panutan dan teladan dari para tokoh. Nurhadi menilai para tokoh masyarakat, tokoh agama dan politisi seharusnya menjadi panutan masyarakat dalam pelaksanaan sejumlah kebijakan pengendalian Covid-19 di Tanah Air. Bukan justru memberi contoh melanggar kebijakan yang berdampak akan menghambat upaya-upaya pengendalian Covid-19 di negeri ini.
Baca juga: 248 Pasien Covid-19 Dirawat di Rusun Pasar Rumput
"Pelaksanaan PPKM selama ini secara kuantitatif memang mengalami penurunan. Namun kita tidak lantas merasa bebas," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa setidaknya PPKM ini membuka kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan. Di sisi lain, dia mengatakan, pemerintah bisa fokus melakukan langkah kuratif terhadap pasien positif Covid-19, baik yang isolasi mandiri maupun yang dirawat di rumah sakit.
Walaupun PPKM terbukti menurunkan kasus Covid-19, masyarakat diimbau jangan lengah. "Pelonggaran itu hendaknya tidak membuat kita lengah, tapi sebaiknya semakin meningkatkan kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan dan berbagai kebijakan yang diatur selama PPKM," kata anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi, Rabu (11/8/2021).
Menurut dia, kesadaran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan tentu membutuhkan panutan dan teladan dari para tokoh. Nurhadi menilai para tokoh masyarakat, tokoh agama dan politisi seharusnya menjadi panutan masyarakat dalam pelaksanaan sejumlah kebijakan pengendalian Covid-19 di Tanah Air. Bukan justru memberi contoh melanggar kebijakan yang berdampak akan menghambat upaya-upaya pengendalian Covid-19 di negeri ini.
Baca juga: 248 Pasien Covid-19 Dirawat di Rusun Pasar Rumput
"Pelaksanaan PPKM selama ini secara kuantitatif memang mengalami penurunan. Namun kita tidak lantas merasa bebas," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa setidaknya PPKM ini membuka kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan. Di sisi lain, dia mengatakan, pemerintah bisa fokus melakukan langkah kuratif terhadap pasien positif Covid-19, baik yang isolasi mandiri maupun yang dirawat di rumah sakit.
Lihat Juga :