Gus Yaqut Kritik Istilah New Normal: Itu Sejenis Ketan atau Gaplek?

Kamis, 28 Mei 2020 - 16:37 WIB
Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menilai, dari sisi istilah saja new normal itu bias kata dan bias intelektual. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah berencana menerapkan kebijakan new normal atau pola hidup baru di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Penerapan new normal dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar terhindar dari penularan Covid-19.



Kendati demikian, kebijakan ini menuai kontroversi karena faktanya angka kasus baru di Indonesia masih cukup tinggi. Data terakhir pada Rabu 27 Mei 2020, angka kasus baru mencapai 686 kasus baru dari total 23.851 kasus positif Covid-19 sampai saat ini.

Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor , Yaqut Cholil Qoumas menilai, dari sisi istilah saja new normal itu bias kata dan bias intelektual.

"Orang di kampung saya di Rembang sana itu enggak akan tahu 'new normal' itu apa. Sejenis ketan atau gaplek. Dari sisi istilah sataja sudah bias. Orang tidak akan tahu apa itu new normal," ujar pria yang biasa disapa Gus Yaqut ini dalam Bincang Seru Live IG SINDOnews dengan tema Menuju New Normal, Rabu 27 Mei 2020 malam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!