Pasien Covid-19 Melonjak, Prabowo Siapkan Dua Rumah Sakit Tambahan
Rabu, 14 Juli 2021 - 20:04 WIB
Menhan Prabowo Subianto meninjau kesiapan Pusdiklat Jemenhan Badiklat Kemhan dan Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan sebagai rumah sakit satelit bagi RS Suyoto Bintaro yang selama ini melayani pasien Covid-19. Foto/riezky maulana
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meninjau langsung kesiapan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pertahanan (Pusdiklat Jemenhan Badiklat Kemhan) dan Pusdiklat Bahasa (Pusbahasa) Badiklat Kemhan di Pondok Labu, Jakarta Selatan sebagai rumah sakit satelit bagi RS Suyoto Bintaro yang selama ini melayani pasien Covid-19, Rabu (17/4/2021).
Adanya ruangan tambahan tersebut amat dibutuhkan lantaran saat ini pasien Covid-19 yang datang serta dirawat di RS Suyoto dengan kondisi sedang sampai dengan berat jumlahnya meningkat tajam. Hal itu pun berakibat tidak tertampungnya para pasien. "Kami mengalihkan beberapa kegiatan pokok. Sarana-sarana yang ada terutama badan pendidikan latihan, sarana pendidikan kita sementara kita alihkan. Kita hentikan kursus-kursus, siswa kita pulangkan, mereka laksanakan kursus virtual. Ruangan-ruangan kita ubah menjadi RS darurat,” ujar Menhan Prabowo, Rabu (14/7/2021).
Gedung Pusdiklat Jemenhan dan Pusdiklat Bahasa memiliki daya tampung sebanyak 172 kamar dengan kapasitas 344 tempat tidur. Sebagai rumah sakit satelit, akan disiapkan pula ruang ICU dan HCU dengan dua ventilator. Kemudian, akan dilengkapi dengan oksigen generator untuk mendukung kebutuhan oksigen pasien. Rumah sakit satelit ini juga akan dilengkapi dengan perangkat tenaga kesehatan yang dibutuhkan dari RS Suyoto, termasuk di antaranya dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru, serta dokter anestesi. Kedua RS satelit ini rencananya akan menampung pasien Covid-19 dengan status sedang. Baca juga: Menhan Prabowo: Kalau Terjadi Perang Kita Tidak Bisa Buru-Buru ke Supermarket Beli Alat Perang
Selain itu, kata Menhan, saat ini tengah disiapkan fasilitas tambahan di Badiklat Kemhan Salemba, Jakarta Pusat, Pusdiklat Bela Negara di Rumpin Bogor serta Mess Stand By Force di IPSC, Sentul, Bogor. Sehingga jumlah tempat tidur yang disiapkan oleh Kemhan untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 mencapai 1.650 tempat tidur di wilayah Jabodetabek. "Jadi kita berhasil dalam waktu dekat menambah tempat tidur kurang lebih 1.650 bed. Dengan instalasi ICU, IGD, dukungan ventilator, oksigen, dan sebagainya,” ujar Menhan.
Adanya ruangan tambahan tersebut amat dibutuhkan lantaran saat ini pasien Covid-19 yang datang serta dirawat di RS Suyoto dengan kondisi sedang sampai dengan berat jumlahnya meningkat tajam. Hal itu pun berakibat tidak tertampungnya para pasien. "Kami mengalihkan beberapa kegiatan pokok. Sarana-sarana yang ada terutama badan pendidikan latihan, sarana pendidikan kita sementara kita alihkan. Kita hentikan kursus-kursus, siswa kita pulangkan, mereka laksanakan kursus virtual. Ruangan-ruangan kita ubah menjadi RS darurat,” ujar Menhan Prabowo, Rabu (14/7/2021).
Gedung Pusdiklat Jemenhan dan Pusdiklat Bahasa memiliki daya tampung sebanyak 172 kamar dengan kapasitas 344 tempat tidur. Sebagai rumah sakit satelit, akan disiapkan pula ruang ICU dan HCU dengan dua ventilator. Kemudian, akan dilengkapi dengan oksigen generator untuk mendukung kebutuhan oksigen pasien. Rumah sakit satelit ini juga akan dilengkapi dengan perangkat tenaga kesehatan yang dibutuhkan dari RS Suyoto, termasuk di antaranya dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru, serta dokter anestesi. Kedua RS satelit ini rencananya akan menampung pasien Covid-19 dengan status sedang. Baca juga: Menhan Prabowo: Kalau Terjadi Perang Kita Tidak Bisa Buru-Buru ke Supermarket Beli Alat Perang
Selain itu, kata Menhan, saat ini tengah disiapkan fasilitas tambahan di Badiklat Kemhan Salemba, Jakarta Pusat, Pusdiklat Bela Negara di Rumpin Bogor serta Mess Stand By Force di IPSC, Sentul, Bogor. Sehingga jumlah tempat tidur yang disiapkan oleh Kemhan untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 mencapai 1.650 tempat tidur di wilayah Jabodetabek. "Jadi kita berhasil dalam waktu dekat menambah tempat tidur kurang lebih 1.650 bed. Dengan instalasi ICU, IGD, dukungan ventilator, oksigen, dan sebagainya,” ujar Menhan.
Lihat Juga :