Soal Vaksin Berbayar, Ini Saran KPK kepada Pemerintah

Rabu, 14 Juli 2021 - 11:38 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengungkapkan adanya potensi fraud atau kecurangan terkait vaksin mandiri yang berbayar. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan adanya potensi fraud atau kecurangan terkait vaksin mandiri yang berbayar . Dalam hal ini penjualan Vaksin Gotong Royong melalui Kimia Farma.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri saat menghadiri rapat koordinasi membahas pelaksanaan vaksinasi mandiri dan gotong royong. Pada rapat itu, KPK menyampaikan beberapa catatan terkait vaksin berbayar dalam kaitannya dengan pencegahan korupsi. Baca juga: Desak Pemerintah Batalkan Vaksinasi Berbayar, ICW Ungkap Potensi Permasalahan



"Saya hadir dalam rapat dan saya sampaikan pertimbangan, latar belakang, landasan hukum, rawan terjadi fraud, saran tindak lanjut. Hadir dalam Ratas dengan Menko Marivest, Menkes, Menteri BUMN, Kepala BPKP, Jaksa Agung terkait vaksin mandiri yang berbayar," ujar Firli dalam keterangannya, Rabu (14/7/2021).

"Saya menyampaikan materi potensi fraud mulai dari perencanaan, pengesahan, implementasi dan evaluasi program," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!