Lebih Hemat, Nelayan dan Petani Nikmati Konversi BBM ke LPG Subsidi
Jum'at, 09 Juli 2021 - 19:19 WIB
Program konversi BBM ke LPG terbukti membantu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan Petani dan Nelayan.
JAKARTA - Jauh sebelum adanya program Konversi BBM ke LPG, Amir Fauzi, seorang nelayan di Kampung Cisumur, Gandrungmangu, Cilacap harus mengeluarkan biaya BBM antara Rp50.000 – Rp60.000 setiap harinya. Uang tersebut untuk membeli 5 – 6 liter BBM yang digunakan untuk melaut sejauh kurang lebih 6 Km dari bibir pantai.
Pada Juni 2021, ayah dua anak ini mendapatkan bantuan LPG 3 Kg bersubsidi dan mesin konverter kit. Dengan bantuan mesin ini, ia tak lagi membeli BBM, tapi membeli gas LPG dengan harga eceran Rp20 ribu sampai dengan Rp22 ribu per tabung. Dengan konversi ke LPG, biaya operasional melaut pun jauh lebih hemat, hanya sepertiga dari biasanya.
“Beli satu tabung LPG juga tidak habis sekali melaut, pas pulang ada gasnya masih ada. Jadi benar-benar irit, lebih hemat,” ujar Amir.
Menurut Amir, Tak hanya hemat, dengan LPG dan mesin bantuan yang ia terima kecepatan perahunya pun menjadi stabil. Bahkan mesinnya pun cukup bisa diandalkan ketika terjadi hujan di tengah perjalanan, sehingga ia tidak was-was melaut meskipun sedang musim hujan.
Pada Juni 2021, ayah dua anak ini mendapatkan bantuan LPG 3 Kg bersubsidi dan mesin konverter kit. Dengan bantuan mesin ini, ia tak lagi membeli BBM, tapi membeli gas LPG dengan harga eceran Rp20 ribu sampai dengan Rp22 ribu per tabung. Dengan konversi ke LPG, biaya operasional melaut pun jauh lebih hemat, hanya sepertiga dari biasanya.
“Beli satu tabung LPG juga tidak habis sekali melaut, pas pulang ada gasnya masih ada. Jadi benar-benar irit, lebih hemat,” ujar Amir.
Menurut Amir, Tak hanya hemat, dengan LPG dan mesin bantuan yang ia terima kecepatan perahunya pun menjadi stabil. Bahkan mesinnya pun cukup bisa diandalkan ketika terjadi hujan di tengah perjalanan, sehingga ia tidak was-was melaut meskipun sedang musim hujan.
Lihat Juga :