Pemerintah Cukupi Kebutuhan Oksigen di Rumah Sakit, Pengusaha Industri Gas Diminta Lakukan Ini
Rabu, 07 Juli 2021 - 10:05 WIB
Menurutnya, otomatis perlu konversi atau meningkatkan produksi oksigen untuk memenuhi tingginya kebutuhan. Dirinya meyakini bahwa jika sebagian produksi gas untuk industri, sementara bisa digunakan untuk kebutuhan oksigen, bisa menutupi kebutuhan di fasilitas layanan kesehatan.
"Kami minta pengusaha industri gas agar mengonversi yang tadinya untuk gas oksigen medis itu hanya 20 sampai 30%, sekarang dialokasikan sebanyak 50% untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang melonjak. Itu akan kita fokuskan dulu untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit," tuturnya.
Dia menambahkan, masyarakat bisa segera mengakses rumah sakit agar bisa mendapatkan gas oksigen jika ada keluhan sesak napas karena terpapar Covid-19. "Kalau pasien Covid-19 dalam kondisi sesak sudah tidak boleh dirawat di rumah," katanya.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan BUMN PGN untuk pemenuhan kebutuhan oksigen. "Ada Satgas untuk industri gas nasional. Dengan penyedia gas swasta, kami juga koordinasi," ungkapnya.
Dia melihat banyak masyarakat yang panik dalam membeli oksigen. Padahal, dia menduga, belum tentu juga membutuhkan. Akhirnya, harga menjadi meningkat. "Kalau masyarakat menyimpan tabung oksigen padahal tidak butuh, berarti akan terjadi kelangkaan, dan otomatis meningkatkan harga. Akibatnya orang yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkan," pungkas Nadia.
"Kami minta pengusaha industri gas agar mengonversi yang tadinya untuk gas oksigen medis itu hanya 20 sampai 30%, sekarang dialokasikan sebanyak 50% untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang melonjak. Itu akan kita fokuskan dulu untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit," tuturnya.
Dia menambahkan, masyarakat bisa segera mengakses rumah sakit agar bisa mendapatkan gas oksigen jika ada keluhan sesak napas karena terpapar Covid-19. "Kalau pasien Covid-19 dalam kondisi sesak sudah tidak boleh dirawat di rumah," katanya.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan BUMN PGN untuk pemenuhan kebutuhan oksigen. "Ada Satgas untuk industri gas nasional. Dengan penyedia gas swasta, kami juga koordinasi," ungkapnya.
Dia melihat banyak masyarakat yang panik dalam membeli oksigen. Padahal, dia menduga, belum tentu juga membutuhkan. Akhirnya, harga menjadi meningkat. "Kalau masyarakat menyimpan tabung oksigen padahal tidak butuh, berarti akan terjadi kelangkaan, dan otomatis meningkatkan harga. Akibatnya orang yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkan," pungkas Nadia.
(zik)
Lihat Juga :