Mengaku Nabi ke 28, Pimpinan Pusdiklat Dai Ditangkap Polisi
Minggu, 27 Juni 2021 - 09:03 WIB
Aparat keamanan mengamankan pimpinan Pusdiklat Dai yang berlokasi Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu Bandung yang mengaku sebagai Nabi ke-28. Foto ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Aparat keamanan mengamankan pimpinan Pusdiklat Dai yang berlokasi Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu Bandung yang mengaku sebagai Nabi ke-28.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah warga menyerbu lokasi tersebut pada Rabu, 23 Juni 2021. Atas peristiwa tersebut, pihak Kemenag Bandung bersama aparat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan tokoh masyarakat sudah mengambil langkah antisipasi adanya konflik dari peristiwa tersebut.
"Untuk menghindari terjadinya konflik, 8 Pengurus Yayasan telah diamankan pihak berwenang. KUA Kementerian Agama, bersama pihak kecamatan dan Polsek setempat juga telah melakukan mediasi antara warga dan jamaah yayasan untuk mengambil langkah terbaik bagi penyelesaian masalah ini. Masyarakat diharap tenang dan menyerahkan masalahnya kepada aparat dan pihak yang berwenang," kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, dalam laman website resmi Kemeneg, Minggu (27/6/2021). Baca juga: Gempar Nabi ke-26, KTP Jozeph Paul Zhang Diselidiki Disdukcapil Salatiga
Zainut menambahkan, sejumlah pihak juga akan melakukan melakukan pembinaan terhadap jamaah yang menjadi murid dari pimpinan Pusdiklat Dai yang berada di Bandung tersebut. "Sementara pengurus yayasan diperiksa aparat, Kemenag, MUI, dan tokoh masyarakat akan memberikan pembinaan kepada jemaah yayasan tersebut. Warga diharapkan tidak melakukan hal-hal yang bersifat main hakim sendiri," sambungnya.
Akibat peristiwa tersebut, sejumlah warga menyerbu lokasi tersebut pada Rabu, 23 Juni 2021. Atas peristiwa tersebut, pihak Kemenag Bandung bersama aparat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan tokoh masyarakat sudah mengambil langkah antisipasi adanya konflik dari peristiwa tersebut.
"Untuk menghindari terjadinya konflik, 8 Pengurus Yayasan telah diamankan pihak berwenang. KUA Kementerian Agama, bersama pihak kecamatan dan Polsek setempat juga telah melakukan mediasi antara warga dan jamaah yayasan untuk mengambil langkah terbaik bagi penyelesaian masalah ini. Masyarakat diharap tenang dan menyerahkan masalahnya kepada aparat dan pihak yang berwenang," kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, dalam laman website resmi Kemeneg, Minggu (27/6/2021). Baca juga: Gempar Nabi ke-26, KTP Jozeph Paul Zhang Diselidiki Disdukcapil Salatiga
Zainut menambahkan, sejumlah pihak juga akan melakukan melakukan pembinaan terhadap jamaah yang menjadi murid dari pimpinan Pusdiklat Dai yang berada di Bandung tersebut. "Sementara pengurus yayasan diperiksa aparat, Kemenag, MUI, dan tokoh masyarakat akan memberikan pembinaan kepada jemaah yayasan tersebut. Warga diharapkan tidak melakukan hal-hal yang bersifat main hakim sendiri," sambungnya.
Lihat Juga :