DPR Minta Kapolri Bongkar Jalur Sepeda Permanen di Sudirman-Thamrin
Rabu, 16 Juni 2021 - 15:51 WIB
Oleh karena itu, Sahroni meminta agar Kapolri dan jajarannya, khususnya Korlantas Polri untuk mengevaluasi jalur sepeda permanen dan membongkarnya bila perlu. “Bila perlu dibongkar dan semua pelaku jalan bisa menggunakan jalan tersebut. Bilamana ada risiko ditanggung masing-masing di jalan yang ada di Sudirman-Thamrin,” tutupnya. Baca juga: Satgas Sebut Vaksin di Indonesia Masih Efektif Hadapi Varian Delta
Senada, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem Taufik Basari menyoroti soal pertentangan yang terjadi antara pesepeda dengan pengguna jalan lainnya. Diakuinya memang sepeda ini sedang tren bahkan ada komunitasnya.“Jadi fakta menunjukan memang sepeda ini sedang tren, ada komunitasnya kemudian ini juga bisa meningkatkan kesehatan, dan merupakan gaya hidup yang baru juga yang menurut saya sangat positif,” kata pria yang akrab disapa Tobas ini.
Tapi, sambung Tobas, ada semacam permasalahan di jalan di mana, antara pesepeda dan pengguna jalan lain harus diberikan fasilitas yang adil dan membuat semua terpenuhi hak-haknya. Untuk itu, perlu dibuat pengaturan pengaturan yang jelas. Dia meminta agar Kapolri memberikan perhatian untuk masalah ini.
“Oleh karena itu pnegaguran yang kita butuhkan mungkin bisa jamnya diatur, rekayasa lalu lintas supaya sua lepentingan positif ini tetap terpenuhi. Masyarakat merasa aman ketika menggunakan jalan, kemudian para pesepda ini juga baik aman maupun juga tidak kemudian, karena akibat adanya konflik krn masyarkaat ini membuat semangatnya menjadi turun,” tandasnya.
Senada, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem Taufik Basari menyoroti soal pertentangan yang terjadi antara pesepeda dengan pengguna jalan lainnya. Diakuinya memang sepeda ini sedang tren bahkan ada komunitasnya.“Jadi fakta menunjukan memang sepeda ini sedang tren, ada komunitasnya kemudian ini juga bisa meningkatkan kesehatan, dan merupakan gaya hidup yang baru juga yang menurut saya sangat positif,” kata pria yang akrab disapa Tobas ini.
Tapi, sambung Tobas, ada semacam permasalahan di jalan di mana, antara pesepeda dan pengguna jalan lain harus diberikan fasilitas yang adil dan membuat semua terpenuhi hak-haknya. Untuk itu, perlu dibuat pengaturan pengaturan yang jelas. Dia meminta agar Kapolri memberikan perhatian untuk masalah ini.
“Oleh karena itu pnegaguran yang kita butuhkan mungkin bisa jamnya diatur, rekayasa lalu lintas supaya sua lepentingan positif ini tetap terpenuhi. Masyarakat merasa aman ketika menggunakan jalan, kemudian para pesepda ini juga baik aman maupun juga tidak kemudian, karena akibat adanya konflik krn masyarkaat ini membuat semangatnya menjadi turun,” tandasnya.
(cip)
Lihat Juga :