Wacana Duet dengan Prabowo Sama Saja Siapkan Ranjau Buat Jokowi

Rabu, 16 Juni 2021 - 13:11 WIB
Analis politik Pangi Syarwi Chaniago berpendapat bahwa memasangkan Jokowi dengan Prabowo di Pilpres 2024 sama saja ingin memperpanjang oligarki politik. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Wacana untuk menduetkan Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 mendapat kritik masyarakat. Bukan semata dipandang sebagai kebekuan sirkulasi kepemimpinan nasional, duet keduanya dianggap hanya menguntungkan oligarki yang sedang menikmati kuasa.

Analis politik Pangi Syarwi Chaniago berpendapat bahwa memasangkan Jokowi dengan Prabowo di Pilpres 2024 sama saja ingin memperpanjang oligarki politik.



"Saya pikir enggak bagus untuk kita mengusung Jokowi tiga periode. Ini sangat melukai. Reformasi semangatnya jelas membatasi masa jabatan presiden 3 periode," ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting tersebut kepada SINDOnews, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Pemilih Jokowi Diprediksi Pilih Ganjar di Pilpres 2024

Pangi pun membeberkan hasil survei Voxpol Center Research and Consulting periode 23 Maret - 2 April 2021. Salah satu hasil survei lembaganya itu menunjukkan bahwa masyarakat menolak wacana jabatan presiden tiga periode.

"Sebesar 84,4 persen masyarakat menolak masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Dengan mengusung Jokowi- Prabowo sama saja ingin memperpanjang oligarki politik, kemunduran demokrasi, KKN dan regenerasi di kader partai menjadi mandek," tutur Pangi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!