Dukungan Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024 Mulai Mengalir

Senin, 07 Juni 2021 - 08:51 WIB
Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Kunto Adi Wibowo mengakui Ganjar Pranowo memiliki peluang untuk ikut kontestasi Pilpres 2024. "Pak Ganjar Pranowo sebagai gubernur Jawa Tengah tentu saja punya peluang, tetapi seberapa besar peluangnya nah ini masalahnya ada banyak variabel hitungan politik, kalau dari survei, elektabilitas beliau dan popularitas beliau memang tinggi sekarang, saingannya mungkin Ridwan Kamil yang sama-sama kepala daerah,"ujar Kunto Adi Wibowo kepada SINDOnews, Sabtu 24 Oktober 2020.

Di sisi lain, PDIP tidak menanggapi serius survei berbagai lembaga mengenai elektabilitas Ganjar Pranowo (GP) untuk Pilpres 2024 mendatang. "Masih terlalu dini kita bicara 2024. Masih terlalu dini," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Sadarestu kepada SINDOnews, Sabtu 24 Oktober 2020.

Namun, kata Restu, partainya akan memperhitungkan kader-kader yang terbaik. "Tentunya nanti juga akan melalui mekanisme-mekanisme partai, tidak cukup hanya sekadar sekarang surveinya tinggi. Jadi kalau di PDI Perjuangan kan ada mekanisme partai yang harus dilalui," tuturnya.

Menurut dia, survei bukan faktor utama yang menentukan seseorang calon bisa memenangkan kontestasi Pilpres. "(Survei) ini menjadi salah satu saja, salah satu indikator, tetapi tidak bisa kemudian hanya satu itu," imbuhnya.

Dia menjelaskan, partainya sedang menggodok kader-kader terbaik. Namun, ujar dia, kader terbaik PDIP bukan hanya Ganjar Pranowo.

"Ya bukan hanya Pak Ganjar, di PDI Perjuangan kan banyak kader partai yang hebat-hebat, yang mempunyai kemampuan, yang mempunyai kapabilitas, sehingga ya tentunya itu semuanya akan menjadi penilaian tersendiri," pungkasnya.

Sementara itu, Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari tidak setuju jika saat ini Ganjar Pranowo diangkat-angkat untuk Pilpres 2024. "Tapi saranku, mari kita lindungi GP, biarkan bikin-bikin prestasi sebagai gubernur, saat tahapan Pilpres dimulai kita teliti kinerja dia. Kalau sekarang diangkat-angkat nanti malah diganggu kerja-kerjanya," kata Eva.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!