Warning BMKG Terkait Potensi Pertumbuhan Siklon Tropis di Indonesia
Senin, 03 Mei 2021 - 03:06 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan pertumbuhan siklon tropis di wilayah Indonesia. Ingin tahu penjelasannya simak uraiannya. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan potensi pertumbuhan siklon tropis di wilayah Indonesia. Ingin tahu penjelasannya simak uraiannya.
Baca juga: BMKG Sebut Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Malaka hingga NTB
Siklon tropis merupakan sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum, setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.
Merujuk keterangan Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Agie Wandala siklon tropis adalah sistem tekanan rendah yang sering disebut dengan badai.
Baca juga: Dampak Siklon Tropis Surigae, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Mencapai 4 Meter
Secara klimatologis, musim pertumbuhan siklon tropis di Belahan Bumi Selatan (BBS) termasuk di sekitar wilayah Indonesia selatan ekuator adalah pada periode bulan November hingga April. Area potensi pertumbuhan siklon tropis di selatan ekuator dekat wilayah Indonesia umumnya terjadi di Samudra Hindia barat daya Lampung hingga selatan Nusa Tenggara Timur dan perairan utara Australia.
Sejak tahun 2008, BMKG telah ditunjuk oleh WMO (world meteorology organization) sebagai Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis (TCWC-tropical cyclone warning center) yang memiliki wilayah tanggung jawab operasional siklon tropis mulai dari lintang 0 (ekuator) hingga 10 LS dan 90 - 142 BT. Dalam operasionalnya, TCWC Jakarta setiap saat melakukan monitoring potensi perkembangan siklon tropis yang dapat berdampak pada potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia.
BMKG mencatat bahwa sejak tahun 2008 terdapat 11 siklon tropis yang tumbuh di wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta dan cukup berdampak signifikan pada kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, antara lain:
1. Siklon Tropis Durga (20-25 April 2008) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.
Baca juga: BMKG Sebut Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Malaka hingga NTB
Siklon tropis merupakan sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum, setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.
Merujuk keterangan Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Agie Wandala siklon tropis adalah sistem tekanan rendah yang sering disebut dengan badai.
Baca juga: Dampak Siklon Tropis Surigae, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Mencapai 4 Meter
Secara klimatologis, musim pertumbuhan siklon tropis di Belahan Bumi Selatan (BBS) termasuk di sekitar wilayah Indonesia selatan ekuator adalah pada periode bulan November hingga April. Area potensi pertumbuhan siklon tropis di selatan ekuator dekat wilayah Indonesia umumnya terjadi di Samudra Hindia barat daya Lampung hingga selatan Nusa Tenggara Timur dan perairan utara Australia.
Sejak tahun 2008, BMKG telah ditunjuk oleh WMO (world meteorology organization) sebagai Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis (TCWC-tropical cyclone warning center) yang memiliki wilayah tanggung jawab operasional siklon tropis mulai dari lintang 0 (ekuator) hingga 10 LS dan 90 - 142 BT. Dalam operasionalnya, TCWC Jakarta setiap saat melakukan monitoring potensi perkembangan siklon tropis yang dapat berdampak pada potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia.
BMKG mencatat bahwa sejak tahun 2008 terdapat 11 siklon tropis yang tumbuh di wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta dan cukup berdampak signifikan pada kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, antara lain:
1. Siklon Tropis Durga (20-25 April 2008) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.
Lihat Juga :