Rocky Gerung: Komisaris Pelni Tugasnya Baca Keluar Masuk Uang Bukan Keluar Masuk Orang
Senin, 12 April 2021 - 14:59 WIB
Rocky Gerung menyebut kasus pengajian di lingkungan Pelni menunjukkan komisaris BUMN ditempatkan sebagai mata-mata BPIP. Foto/youtube
JAKARTA - Pembatalan pengajian online di lingkungan Pelni dengan dalih isu radikalisme akhirnya dicabut. Rencana pengajian bulan Ramadhan itu dilanjutkan setelah Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budhyarto meminta maaf kepada KH Cholil Nafis , ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), salah satu penceramah yang diundang.
Meskipun begitu, kasus ini menurut pengamat sosial politik Rocky Gerung sekali lagi menunjukkan kemerosotan kepemimpinan nasional. Hal ini dengan sendirinya terbaca melalui produksi terus menerus isu radikalisme dan intolentasi, yang bahkan tidak pada tempatnya.
Baca juga: Rocky Gerung: Intelektual Manusia adalah Kritik, Beda dengan Robot
“Seolah-olah hal yang paling mendebarkan hari ini adalah soal intoleransi sehingga ada ustaz yang harus dilarang ceramah. Padahal itu mainan yang sudah puluhan ribu kali diucapkan oleh para buzzer. Apa mereka nggak belajar bahwa problem kita bukan itu?” ujar Rocky dalam video terbarunya di youtube, Senin (12/4/2021).
Meskipun begitu, kasus ini menurut pengamat sosial politik Rocky Gerung sekali lagi menunjukkan kemerosotan kepemimpinan nasional. Hal ini dengan sendirinya terbaca melalui produksi terus menerus isu radikalisme dan intolentasi, yang bahkan tidak pada tempatnya.
Baca juga: Rocky Gerung: Intelektual Manusia adalah Kritik, Beda dengan Robot
“Seolah-olah hal yang paling mendebarkan hari ini adalah soal intoleransi sehingga ada ustaz yang harus dilarang ceramah. Padahal itu mainan yang sudah puluhan ribu kali diucapkan oleh para buzzer. Apa mereka nggak belajar bahwa problem kita bukan itu?” ujar Rocky dalam video terbarunya di youtube, Senin (12/4/2021).
Lihat Juga :