Baru Diresmikan, Kapal Selam Alugoro Langsung Perkuat Armada Tempur Koarmada II

Kamis, 18 Maret 2021 - 06:17 WIB
KRI Alugoro kapal selam pertama yang dirakit di fasilitas PT PAL Surabaya, memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan ± 21 knot di bawah permukaan air, mampu berlayar lebih dari 50 hari dan dapat menampung lebih dari 40 kru kapal ditambah dengan satu tim pasukan elite TNI AL untuk menunjang fungsi operasinya.

Kegiatan serah terima kapal selam ini ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima dari Senior Executive Vice President Daewoo Shipbuilding Marine and Engineering (SEVP DSME) Park Du Seon kepada Kabaranahan Kemhan RI Marsda TNI Yusuf Jauhari, dari Kabaranahan Kemhan kepada Aslog Panglima TNI Marsda TNI Dento Priyono, dari Aslog Panglima TNI kepada Aslog KSAL Laksda TNI Puguh Santoso. Selanjutnya, dari Aslog KSAL kepada Pangkoarmada II Laksda TNI I.N.G Sudihartawan, yang disaksikan oleh Menhan RI, Minister of Defence Acquisition Programme Administration Republic of Korea (DAPA) Gang Eun Ho, Panglima TNI, KSAL dan Plt Direktur Utama PT PAL Etty Soewardani.

Dalam amanatnya Prabowo mengatakan, serah terima ini merupakan suatu tonggak historis dalam sejarah bahwa untuk pertama kali galangan kapal PT PAL berhasil ikut serta dalam produksi kapal selam sebagai penambah kekuatan alutsista TNI AL. “Kita harus memiliki tentara yang kuat, ada pelajaran sejarah bahwa bangsa yang melupakan tentaranya nantinya tentara asing yang akan menduduki negara itu. Jadi kita harus mempunyai kekuatan yang cukup untuk mengamankan wilayah kita sendiri, melindungi segenap tumpah darah kita dan menjaga keutuhan wilayah bangsa kita. Kita butuh Angkatan Laut yang kuat dan itu mutlak,” tegas Prabowo.

Sementara itu, KSAL mengatakan KRI Alugoro-405 merupakan kapal selam Kelas DSME 1400 ketiga dari tiga buah kapal selam sejenis, dibangun di Indonesia melalui kerja sama PT PAL dengan DSME Korea Selatan dalam rangka Transfer of Technology sekaligus Transfer of Knowledge.

“Dengan selesainya pembangunan KRI Alugoro-405 ini menjadi kontribusi positif bagi kemajuan industri pertahanan dalam negeri khususnya dalam upaya peningkatan kemampuan industri galangan pembuat kapal perang, serta menjadi indikator keberhasilan dari program pemerintah menuju kemandirian industri pertahanan, dengan mengembangkan sumber daya bangsa yang profesional, inovatif, adaptif terhadap segala dinamika lingkungan strategis, produktif dengan kontribusi yang nyata melalui pelaksanaan tugas, serta memiliki daya saing yang kompetitif di kawasan,” ungkapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!