Andi Mallarangeng: Moeldoko Pernah di Hanura, Sekarang Sudah Nol Koma

Minggu, 14 Maret 2021 - 12:56 WIB
Andi menegaskan, dipilihnya AHY bukan karena anak SBY, tapi karena Demokrat membutuhkan lokomotif baru dan masanya SBY sudah selesai. Dan di 2024, Demokrat memprediksikan bahwa akan terjadi regenerasi kepemimpinan nasional di mana anak muda akan tampil memimpin negeri ini. Sehingga, Demokrat ingin menjadikam anak muda untuk memimpin PD agar bisa bersaing di 2024.

"Sekarang di antara generasi muda Partai Demokrag, siapa yang bisa menjadi lokomotif, jelas bukan pak Marzuki, jelas bukan Jhoni Allen, saya sudah lewat masanya. Yang mana yang paling bagus di muka publik, ya AHY," ujarnya.

Mantan Juru Bicara (Jubir) Presiden RI ke-6 ini, Demokrat pernah mendapatkan efek ekor jas saat mencalonkan SBY di 2009, SBY mendapatkan dukungan 61% sementara Demokrat meningkat drastis dari 7,5% di 2004 menjadi 21% di 2009. Dan AHY memiliki elektabilitas yang tinggi dan diharapkan bisa memberikan efek ekor jas untuk Demokrat.

"Jadi kita milih AHY karena punya elektabilitas paling tinggi agar bisa memberikan efek ekor jas. Kalau kita lihat polling AHY lebih tinggi dari Demokrat," terang Andi.

Andi pun membandingkannya dengan elektabilitas Moeldoko yang hanya 0,8%. Apakah angka segitu bisa jadi lokomotif, sementara raihan suara Demokrat di 2019 jauh lebih tinggi dari itu. Dan apakah Moeldoko pernah berjasa bagi Demokrat dan mengetahui persis bagaimana Demokrat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!