Songsong Bulan Bung Karno, Balitpus Refleksikan Konstruksi Historis PDI Perjuangan

Kamis, 11 Maret 2021 - 06:17 WIB
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Foto/Ilustrasi/dok SINDOnews
JAKARTA - Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuanga n, Sirmadji Tjondro Pragolo merunut Partai Nasional Indonesia (PNI) lahir sebagai wujud perlawanan kepada kolonialisme.

Di era Orde Baru, muncul dinamika politik baru, sehingga terjadi fusi pada 10 Januari 1973 dengan kelahiran Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Sejarah berjalan dan pemerintah terus mengintervensi PDI saat dipimpin Megawati Soekarnoputri.



Konflik pun semakin dinamis menjadi konflik ideologis hingga terjadi peristiwa Kudatuli. "Kemudian lahir PDI Perjuangan yang merupakan kelanjutkan PDI. Hal paling penting, tak boleh menyebut PDIP tetapi harus disebut sebagai PDI Perjuangan, yang merupakan manifestasi dari perjuangan yang tak pernah berhenti. Pada Pemilu 1999, PDI Perjuangan pun dipercaya rakyat sebagai pemenang Pemilu," tuturnya.Baca juga: Peringati Isra Miraj, Ma'ruf Amin Ajak Masyarakat Berikhtiar Agar Pandemi COVID-19 Cepat Berakhir

Hal tersebut diungkapkannya dalam acara Webinar #3 Balitpus PDI Perjuangan bertema Refleksi Konstruksi Historis Partai dari 1927 ke 1973 ke PDI Perjuangan, Rabu (11/3/2021). Diskusi digelar oleh Badan Penelitian Pusat (Balitpus) PDIPerjuangan. Webinar digelar terkait rangkaian Peringatan HUT Ke-48 PDI Perjuangan dan menyongsong Bulan Bung Karno, Juni 2021.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!