Pengamat Sebut KLB Demokrat di Sumut Abal-Abal dan Tanda Demokrasi Mundur
Jum'at, 05 Maret 2021 - 18:18 WIB
Pengamat politik Ujang Komarudin. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pakar komunikasi politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai sejak dulu bahwasanya Moeldoko akan memanfaatkan Kongres Luar Biasa ( KLB ) agar terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat . Menurutnya, KLB yang hari ini dilaksanakan di The Hill Hotel & Resort, Sibolangit, Sumatera Utara merupakan hal yang 'abal-abal'.
"Sudah saya duga akan KLB. Karena skenario kudetanya seperti itu. Kudeta terang-terangan melalui KLB yang abal-abal atau odong-odong," kata Ujang saat dihubungi, Jumat (5/3/2021).
Akibat hal itu, sambungnya, menandakan demokrasi di Indonesia sedang mengalami kemunduran. Bukan tanpa alasan Ujang berkata seperti itu. Pasalnya, Moeldoko sendiri awalnya bukanlah kader Partai Demokrat.
"Ada orang bukan kader, melakukan kudeta dengan cara melakukan KLB, ini menandakan demokrasi sedang ada dalam kemunduran," tuturnya.
"Sudah saya duga akan KLB. Karena skenario kudetanya seperti itu. Kudeta terang-terangan melalui KLB yang abal-abal atau odong-odong," kata Ujang saat dihubungi, Jumat (5/3/2021).
Akibat hal itu, sambungnya, menandakan demokrasi di Indonesia sedang mengalami kemunduran. Bukan tanpa alasan Ujang berkata seperti itu. Pasalnya, Moeldoko sendiri awalnya bukanlah kader Partai Demokrat.
"Ada orang bukan kader, melakukan kudeta dengan cara melakukan KLB, ini menandakan demokrasi sedang ada dalam kemunduran," tuturnya.
Lihat Juga :